BeritaDaerah

Disnakertrans NTB Akan Temui Keluarga Ulan yang Mengaku Kehilangan Kontak, Diduga jadi Korban TPPO 

×

Disnakertrans NTB Akan Temui Keluarga Ulan yang Mengaku Kehilangan Kontak, Diduga jadi Korban TPPO 

Sebarkan artikel ini

LOMBOK-NTB || ONTV.CO.ID — Menyikapi kasus dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang dialami Ulan dan empat warga lainnya asal Lombok Tengah, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB menyatakan akan turun langsung menemui pihak keluarga.

Melalui sambungan telepon kepada redaksi ontv.co.id pada Jumat (27/6/2025), pihak Disnakertrans menyebutkan bahwa mereka akan mengunjungi keluarga korban pada Senin, 30 Juni 2025. Langkah ini dilakukan untuk menggali informasi lebih dalam terkait kasus tersebut.

ONTV - Gerbang Informasi Nusantara

Kasus ini mencuat setelah pasangan suami istri asal Jonggat, Lombok Tengah menangis histeris karena kehilangan kontak dengan anak mereka, Ulan, sejak delapan bulan lalu. Diduga, Ulan dan empat lainnya dikirim secara ilegal oleh seorang sponsor berinisial S asal Sakra Timur, yang kini tak diketahui keberadaannya.

“Anak saya dibujuk oleh tekong untuk berangkat ke Malaysia, tapi sampai sekarang tidak ada kabar. Kami sempat mencari sponsor S ke rumahnya di Sakra Timur, tapi tidak bertemu,” ungkap ibu korban, Inak Ulan, melalui sambungan telepon, Jumat (27/6/2025).

Keterangan lain datang dari KY (nama disamarkan), salah satu korban yang selamat. Ia mengisahkan bahwa dirinya diberangkatkan bersama Ulan dan tiga orang lain pada 24 Oktober 2024. Mereka menuju Batam, kemudian dipisahkan dan diserahkan ke berbagai agen tanpa kejelasan pekerjaan.

“Saat di Batam, seluruh barang dan dokumen kami seperti handphone, kalung emas, paspor, dan KTP diambil paksa. Kami tidak tahu akan dibawa ke mana. Setelah sampai Malaysia, saya bekerja tanpa gaji dan bertemu banyak korban lainnya yang bernasib sama, bahkan yang sakit pun tetap dipaksa bekerja,” jelas KY.

Ia mengaku berhasil melarikan diri dari agen tersebut dan bekerja serabutan hingga mengumpulkan biaya untuk kembali diam-diam ke Lombok.

KY berharap pemerintah daerah segera menemukan Ulan dan memulangkan serta menindak tegas sponsor S yang dinilai telah menyebabkan banyak kerugian dan penderitaan.

(den)

ONTV - Gerbang Informasi Nusantara
ONTV - Gerbang Informasi Nusantara
ONTV - Gerbang Informasi Nusantara

Tinggalkan Balasan