SUBANG || ONTV.CO.ID – Pengamat publik sekaligus Ketua Umum Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Gival, Dauscobra, menyayangkan aktivitas truk pengangkut material galian dan tebu, yang melebihi kapasitas muatan di wilayah Kecamatan Purwadadi, Kabuparen Subang, Jawa Barat dan sekitarnya. Ia menilai praktik ini berpotensi merusak infrastruktur jalan dan menyebabkan kemacetan, terutama karena kendaraan berat tersebut beroperasi pada jam kerja.
Menurut Dauscobra, truk-truk dengan beban berlebihan sering kali melintas di ruas jalan utama tanpa kontrol ketat, mengakibatkan kerusakan jalan yang semakin parah. Selain itu, keberadaan truk berukuran besar pada jam padat lalu lintas memperlambat arus kendaraan dan mengganggu mobilitas masyarakat.
“Fenomena ini perlu perhatian serius. Truk yang membawa material galian dan tebu dengan kapasitas muatan berlebihan tidak hanya berpotensi merusak jalan, tetapi juga memperburuk kemacetan. Pemerintah perlu memperketat regulasi dan melakukan pengawasan lebih ketat,” tegas Dauscobra.(27/5/2025)
Ia juga menekankan perlunya penindakan dari aparat terkait, terutama dalam hal penerapan aturan batas maksimal muatan kendaraan berat. Menurutnya, ketidakdisiplinan dalam mengikuti regulasi dapat berdampak buruk terhadap kondisi jalan serta kenyamanan pengguna jalan lainnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada respons resmi dari pihak terkait mengenai keluhan ini. Namun, masyarakat berharap adanya tindakan tegas guna memastikan ketertiban lalu lintas dan keberlanjutan infrastruktur jalan.(Ns)












