BITUNG-SULUT || ONTV.CO.ID — Kota Bitung kembali menjadi saksi kebangunan rohani besar-besaran melalui Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang digelar selama dua hari, Jumat–Sabtu, 24–25 Oktober 2025, di Stadion Dua Saudara. Dipimpin langsung oleh Pastor Andi Simon, acara ini berhasil menyentuh hati ribuan jemaat yang hadir dari berbagai penjuru Sulawesi Utara.
Diselenggarakan oleh Persekutuan Doa Miracle Kota Bitung di bawah kepemimpinan Gideon Yeremia Longkutoy, dan didukung penuh oleh Keluarga Longkutoy–Pasulatan, KKR ini mengusung tema “Berkat Tuhan Yesus bagi Kota Bitung” sebagai seruan spiritual untuk pemulihan dan pengharapan.
Ribuan Jemaat Hadir, Stadion Penuh Sukacita
Sejak hari pertama, gelombang jemaat terus berdatangan memenuhi stadion. Panitia mencatat lebih dari 10.000 orang hadir selama dua hari pelaksanaan. Suasana penuh pujian dan penyembahan menggema, menciptakan atmosfer rohani yang mendalam.
Pada malam pertama, Pastor Andi Simon membawakan doa kesembuhan, yang disambut dengan tangisan haru dan luapan iman dari jemaat. Banyak yang datang dengan harapan pemulihan dari penyakit dan beban hidup.
Hujan Tak Surutkan Iman Jemaat
Hari kedua berlangsung tak kalah semarak. Meski sempat diguyur hujan rintik-rintik saat prosesi pemasangan lilin, ribuan jemaat tetap bertahan di tempat. Hujan yang reda seolah menjadi simbol penyertaan Tuhan dalam ibadah yang penuh hikmat.
“Saya bersyukur bisa ikut KKR ini. Terima kasih kepada panitia, terutama Ketua PD Miracle yang sudah mengadakan kegiatan besar ini,” ujar Ibu Jane, salah satu jemaat Kota Bitung.
Pengamanan Ketat, Ibadah Berjalan Tertib
Untuk memastikan kelancaran acara, ratusan personel dari TNI, Polri, dan Dinas Perhubungan disiagakan sejak siang hari. Kehadiran aparat dan relawan keamanan membuat suasana tetap kondusif meski jumlah jemaat sangat besar.
Ketua PD Miracle, Gideon Yeremia Longkutoy, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya acara:
“Terima kasih untuk semua panitia dan masyarakat yang hadir. Tanpa dukungan dan doa, acara ini tak akan berjalan seindah ini.”
(MICHAEL HONTONG)












