BeritaDaerahPeristiwa

Inaq Ulan Histeris, Anaknya Diduga Jadi Korban TPPO oleh Oknum Sponsor Asal Sakra Timur

×

Inaq Ulan Histeris, Anaknya Diduga Jadi Korban TPPO oleh Oknum Sponsor Asal Sakra Timur

Sebarkan artikel ini

LOMBOK-NTB || ONTV.CO.ID — Isak tangis mewarnai penantian panjang Inaq Ulan, warga Desa Jonggat, Lombok Tengah, yang mengaku kehilangan kontak dengan anak perempuannya sejak delapan bulan lalu. Anaknya, Ulan, diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) oleh oknum sponsor berinisial S, warga Sakra Timur, yang merekrutnya secara nonprosedural untuk bekerja di luar negeri.

Informasi yang diperoleh dari berbagai sumber menyebutkan bahwa Ulan dijanjikan akan diberangkatkan ke Singapura sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI), namun fakta di lapangan berbeda. Berdasarkan kesaksian korban lain berinisial T, Ulan justru diterbangkan ke Malaysia bersama rombongan Calon PMI perempuan lainnya.

ONTV - Gerbang Informasi Nusantara

“Kami dijanjikan berangkat ke Singapura, tetapi saat sampai di bandara, ternyata kami diterbangkan ke Malaysia,” ujar T kepada media ini.

Inaq Ulan, yang tidak memiliki kemampuan membaca dan menulis, merasa tertipu dan sangat terpukul dengan hilangnya kabar sang anak. Ia mengaku sempat mencari keberadaan rumah sponsor S di Sakra Timur, namun tak membuahkan hasil. Rasa pilu kian dalam ketika mengetahui beberapa rekan anaknya yang berangkat bersamaan telah kembali ke tanah air, sedangkan Ulan tak diketahui nasibnya hingga kini.

“Saya hanya ingin anak saya kembali. Saya mohon pemerintah, baik dari kabupaten maupun provinsi, turun tangan menangani kasus ini,” tutur Inaq Ulan dengan linangan air mata.

Ia berharap pihak berwenang, khususnya Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), dapat menindaklanjuti kasus ini secara serius dan menindak oknum sponsor tersebut sesuai hukum yang berlaku.

Kasus ini menambah daftar panjang dugaan praktik perdagangan orang yang menyasar kelompok masyarakat rentan, terutama perempuan dari kalangan ekonomi menengah ke bawah. Diperlukan pengawasan ketat serta edukasi menyeluruh kepada calon pekerja migran agar tak terjebak bujuk rayu calo yang menjanjikan pekerjaan impian di luar negeri.

(den)

ONTV - Gerbang Informasi Nusantara
ONTV - Gerbang Informasi Nusantara
ONTV - Gerbang Informasi Nusantara

Tinggalkan Balasan