SUBANG || ONTV.CO.ID – Tingginya intensitas curah hujan dan luapan Kali Cijambe menyebabkan puluhan hektar lahan pertanian warga di pesisir Pantura Ciasem, Kabupaten Subang, terendam banjir. Dampaknya, para petani belum bisa menanam padi karena kondisi lahan yang masih tergenang air.
Sedikitnya 80 hektar sawah milik warga Dusun Panjalin, Desa Dukuh, Kecamatan Ciasem, kembali terendam banjir, menjadikannya peristiwa ketiga dalam tiga bulan terakhir. Para petani mengaku kesulitan memulai masa tanam akibat kondisi yang tidak kunjung membaik.
“Setiap musim hujan pasti banjir. Kali ini saya sudah menanam benih hingga tiga kali, tapi semuanya terendam dan gagal,” ujar Udin, salah seorang petani padi.
Menurut Ketua Kelompok Tani Tirta Jasa Panjalin, Datar, banjir ini tidak hanya disebabkan oleh curah hujan tinggi tetapi juga buruknya sistem pembuangan air serta pendangkalan Kali Cijambe yang berdekatan dengan area persawahan.
“Banjir ini berasal dari luapan Sungai Cijambe. Diperkirakan sekitar 80 hektar lahan terdampak,” jelasnya.
Selain mengakibatkan benih padi terbawa arus, banjir juga berdampak pada mundurnya masa tanam, yang berpotensi merugikan petani hingga jutaan rupiah. Sejumlah petani telah berupaya menebar benih berkali-kali, tetapi sawah tetap terendam.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil tindakan dengan memperbaiki dan menormalisasi Kali Cijambe agar banjir yang kerap terjadi tidak terus berulang.(AHD)












