BeritaDaerahInsfrastruktur

Dugaan Kecurangan Proyek Rekonstruksi Jalan Gembreng–Sidamulya di Indramayu, Warga Soroti Ketidaksesuaian Teknis

×

Dugaan Kecurangan Proyek Rekonstruksi Jalan Gembreng–Sidamulya di Indramayu, Warga Soroti Ketidaksesuaian Teknis

Sebarkan artikel ini

INDRAMAYU-JABAR || ONTV.CO.ID — Proyek rekonstruksi jalan cor beton Gembreng–Sidamulya yang berlokasi di Desa Druntenwetan, Kecamatan Gabuswetan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, tengah menjadi sorotan publik. Pekerjaan yang dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Indramayu Tahun 2025 senilai Rp1.836.954.000 ini diduga tidak sesuai spesifikasi teknis dan rencana anggaran belanja (RAB).

Proyek yang dikerjakan oleh CV Lutfi tersebut dituding mengurangi volume coran beton dan menggunakan material yang tidak sesuai standar. Warga setempat, Wano (48), mengungkapkan adanya indikasi penyimpangan pada beberapa titik pekerjaan.

ONTV - Gerbang Informasi Nusantara

“Saya ukur sendiri, ketebalan cor beton hanya 14–15 cm, padahal seharusnya 20 cm. Plastik biotek yang digunakan juga dibelah jadi tiga bagian, bukan utuh seperti yang diwajibkan. Ini jelas merugikan negara dan masyarakat,” ujar Wano kepada wartawan, Sabtu (23/8) malam.

Wano juga menyoroti pemasangan besi dowl yang seharusnya dilakukan setiap 5 meter, namun di lapangan ditemukan hanya setiap 25 meter. Ia menilai hal ini berpotensi melemahkan struktur jalan dan melanggar prinsip akuntabilitas anggaran.

“Material harus dipasang utuh per segmen. Kalau tidak, daya tahan jalan akan menurun drastis. Kami akan terus pantau pelaksanaan proyek ini,” tegasnya.

Masyarakat berharap Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Indramayu segera turun tangan untuk melakukan evaluasi dan audit teknis agar kualitas infrastruktur tetap terjaga dan potensi kerugian negara dapat diminimalisir.

Sementara itu, Santo, pelaksana proyek dari CV Lutfi, membantah tudingan tersebut. Ia menjelaskan bahwa perbedaan ketebalan coran bisa terjadi karena kontur jalan yang tidak merata.

“Kalau diukur dari tengah jalan memang bisa terlihat kurang dari 20 cm. Tapi coba ukur di pinggir, di bagian bekesting, pasti sesuai,” jelas Santo saat dihubungi Minggu (24/8).

Ia juga menambahkan bahwa seluruh pekerjaan telah diawasi oleh pihak DPUPR, dan meyakini bahwa pelaksanaan proyek sudah sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan.

Namun hingga berita ini diturunkan, Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Indramayu, Achmad Hidayat (Yayat), belum memberikan tanggapan atas dugaan tersebut.

(Nono)

ONTV - Gerbang Informasi Nusantara
ONTV - Gerbang Informasi Nusantara
ONTV - Gerbang Informasi Nusantara

Tinggalkan Balasan