TANGGERANG SELATAN || ONTV.CO.ID —Setelah insiden bentrok yang terjadi di area parkir Rumah Sakit Umum (RSU) Kota Tangerang Selatan, pihak rumah sakit memastikan bahwa pengelolaan parkir kini telah ditangani oleh perusahaan resmi dan sekuriti. Direktur RSU Tangsel, Umi Kulsum, menyatakan bahwa PT Bangsawan Cyberindo Indonesia (BCI) adalah pemenang lelang pengelolaan parkir dan berhak mengelola fasilitas tersebut sesuai aturan yang berlaku.
Kericuhan terjadi pada Rabu (21/5/2025)** ketika sejumlah anggota organisasi masyarakat (ormas) terlibat bentrok dengan pekerja dari PT BCI. Bentrokan ini dipicu oleh upaya pemasangan sistem parkir otomatis yang ditolak oleh beberapa oknum ormas yang sebelumnya mengelola parkir secara tidak resmi.
Dalam video yang viral di media sosial, terlihat beberapa anggota ormas menolak pindah dari lokasi pemasangan sistem parkir otomatis. Situasi semakin memanas hingga terjadi aksi saling dorong dan adu fisik antara kedua pihak.
Polda Metro Jaya bergerak cepat dengan mengamankan 30 orang anggota ormas yang diduga terlibat dalam bentrokan tersebut. Mereka kini tengah diperiksa atas dugaan pengancaman, pemaksaan dengan kekerasan, serta penyerobotan lahan parkir.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, menegaskan bahwa pihak kepolisian akan menindak tegas segala bentuk intimidasi dan pelanggaran hukum terkait pengelolaan parkir di RSU Tangsel.
Meski sempat terjadi kericuhan, Direktur RSU Tangsel, Umi Kulsum, memastikan bahwa pelayanan kesehatan tetap berjalan normal dan masyarakat tidak perlu khawatir untuk datang berobat.
“Permasalahan parkir yang sebelumnya dikuasai pihak lain kini telah ditangani sesuai aturan. Kami menyerahkan seluruh proses hukum kepada kepolisian,” ujar Umi Kulsum.
Dengan pengelolaan parkir yang kini berada di bawah perusahaan resmi dan sekuriti, RSU Tangsel berharap tidak ada lagi gangguan terhadap operasional rumah sakit. Pihak kepolisian juga terus mengawal kasus ini agar tidak terjadi insiden serupa di kemudian hari.***












