BEKASI || ONTV.CO.ID —Fenomena tanah bergerak yang terjadi di Kampung Tembong Gunung, Desa Sukamahi, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, telah menyebabkan delapan rumah warga mengalami kerusakan, dengan empat di antaranya nyaris roboh. Peristiwa ini terjadi akibat curah hujan tinggi yang membuat tanah di wilayah tersebut menjadi labil dan ambles.
Dilansir dari infobekasi.co.id, sejumlah warga terdampak memilih mengosongkan rumah mereka dan mengungsi ke tempat yang lebih aman. Mereka khawatir bahwa pergerakan tanah yang masih terjadi hingga saat ini akan semakin meluas dan mengancam lebih banyak rumah.
“Kami was-was setiap hari, takut rumah tiba-tiba roboh saat kami berada di dalam,” ujar Rustala (45), salah satu warga terdampak yang kini mengungsi ke kontrakan yang disediakan oleh pemerintah desa.(24/5/2025)
Fenomena tanah bergerak ini telah terjadi sejak awal bulan Mei 2025, dengan kondisi semakin parah dalam dua pekan terakhir. Tanah di sekitar lokasi dilaporkan amblas hingga sedalam dua meter, menyebabkan bangunan rumah mengalami retakan dan miring.
Selain rumah warga, pergerakan tanah juga berdampak pada sebuah sekolah di Cikarang Pusat, yaitu Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Al-Barkah. Dua ruang kelas di sekolah tersebut mengalami pergeseran tanah, sehingga harus dibongkar dan dibangun ulang karena dikhawatirkan membahayakan siswa.
Warga berharap adanya penanganan cepat dari pemerintah untuk mengatasi bencana ini dan mencegah dampak lebih luas. Hingga saat ini, belum ada keputusan resmi terkait langkah mitigasi yang akan dilakukan oleh pemerintah daerah.
“Kami berharap ada bantuan dan solusi dari pemerintah, karena kondisi ini semakin mengkhawatirkan,” ujar Karniadi (28), warga terdampak lainnya.
Fenomena tanah bergerak di Cikarang menjadi perhatian serius, mengingat intensitas hujan yang masih tinggi dan potensi kerusakan yang lebih luas. Pemerintah diharapkan segera mengambil langkah mitigasi untuk memastikan keselamatan warga dan infrastruktur di wilayah terdampak***












