SUBANG || ONTV.CO.ID – Seorang warga asal Dusun Penjalin RT/RW 02/06, Desa Dukuh, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Gonon kelahiran 1970 adalah anak ke 2 dari 7 bersaudara buah pernikahan Bawon (76) dengan Dasminah (65).
Dalam rumah sederhana dan sempit Gonon tinggal bersama kedua orang tuanya dan bersama anggota keluarganya yang lain. Mereka sebanyak 7 orang harus tinggal di rumah yang sempit tersebut.
Gonon dan saudara-saudaranya tidur di lantai dengan alas tidur seadanya tanpa kasur yang layak, ditambah apabila turun hujan, dapur rumah mereka juga kebocoran.
Menurut keterangan Bawon saat ditemui ONTV di kediaman pada Minggu (23/3/2025), Gonon sejak usia 8 bulan terkena penyakit panas bahkan hingga rambutnya rontok.
“Pada usia 5 tahun, Gonon baru bisa berjalan dan sudah kelihatan ada kelainan dalam mentalnya dan hingga sampai saat ini gonon hidup tak beristri,” ungkap Bawon.
Lanjut, karena Ia hanya seorang buruh tani yang tak seberapa penghasilannya namun harus menghidupi 7 orang anak, hingga tidak bisa mengobati Gonon.
“Karena kondisi dan keadaan, saya tidak pernah mengobati Gonon,” ucap Bawon dengan lirih.
Bawon mengungkapkan selama ini belum ada dari pihak terkait baik pihak desa maupun instansi pemerintah yang peduli dan memperhatikan.
“Sampai-sampai anak saya Gonon hingga saat ini belum punya KTP dan masuk ke Kartu Keluarga (KK) kami,” jelasnya.
Dengan keadaan keluarganya yang serba kekurangan terutama kondisi kesehatan Gonon yang alami gangguan mental, Ia tak pernah dapat bantuan baik dari Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementrian Sosial maupun Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa.
Ia berharap kepada pemerintah untuk dapat memberikan perhatian karena keadaannya benar-benar tergolong masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan.(Bebeng)












