INFOTECH || ONTV.CO.ID – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), muncul sisi gelap yang kian meresahkan: maraknya modus penipuan yang memanfaatkan AI untuk mengelabui masyarakat. Dari manipulasi suara hingga video deepfake, para pelaku kejahatan siber kini memiliki senjata baru yang sulit dikenali oleh korban awam.
Menurut laporan Liputan6 dan BeritaSatu, setidaknya terdapat tujuh modus penipuan berbasis AI yang kini tengah marak, antara lain:
1. Deepfake untuk pemerasan dan penipuan identitas
Pelaku menggunakan video atau audio palsu yang menyerupai tokoh publik atau kerabat korban untuk menipu atau memeras.
2. Voice cloning
Teknologi ini memungkinkan penipu meniru suara seseorang hanya dari rekaman pendek, lalu menggunakannya untuk meminta uang atau data pribadi.
3. Chatbot AI untuk penipuan romansa dan investasi
Bot canggih digunakan untuk menjalin hubungan palsu atau menawarkan investasi bodong dengan komunikasi yang meyakinkan.
4. Phishing berbasis AI
Email atau pesan teks yang tampak personal dan kredibel dibuat dengan bantuan AI untuk mencuri data korban.
5. Manipulasi bukti transfer
Bukti transaksi palsu dibuat dengan AI untuk menipu penjual atau mitra bisnis.
6. Panggilan video palsu
Penipu menggunakan wajah selebritas atau tokoh publik dalam panggilan video deepfake untuk menawarkan hadiah palsu.
7. Rekayasa sosial berbasis AI
AI digunakan untuk menyusun narasi yang menyentuh emosi korban, seperti permintaan bantuan dari “anggota keluarga” yang sedang dalam bahaya.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menegaskan bahwa video dan suara hasil AI kini sangat realistis, bahkan bisa mengecoh para ahli. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya pada pesan atau panggilan yang mencurigakan, serta selaluitas pengirim.
Langkah Pencegahan
- Aktifkan verifikasi dua langkah pada akun penting.
- Jangan pernah membagikan kode OTP atau data pribadi.
- Waspadai permintaan mendesak dari nomor tak dikenal.
- Hindari mengklik tautan dari sumber yang tidak terpercaya.
- Edukasi diri dan keluarga tentang modus penipuan terbaru.
Penipuan berbasis AI bukan hanya ancaman teknologi, tetapi juga tantangan sosial yang membutuhkan kewaspadaan kolektif. Pemerintah dan lembaga keuangan pun diimbau untuk meningkatkan literasi digital dan memperkuat sistem keamanan siber.***












