BeritaDaerahPendidikan

Kapolsek Blanakan Himbau Pihak Sekolah Lebih Inten Awasi Anak-anak Didiknya!

×

Kapolsek Blanakan Himbau Pihak Sekolah Lebih Inten Awasi Anak-anak Didiknya!

Sebarkan artikel ini

SUBANG || ONTV.CO.ID– Kapolsek Blanakan Iptu Andri Sugiarto, S.I.P., M.A.P., terus aktif menghimbau pihak sekolah agar lebih inten mengawasi anak-anak didiknya, guna mencegah terjadinya kasus perundungan maupun kekerasan pada lingkungan sekolah di wilayah hukum Polsek Blanakan Polres Subang.

Seperti yang dialami salah seorang siswa kelas 7D SMP Negeri 3 Blanakan, Jainal Adimin atau inisial JA, kini terbaring di Klinik Bakti Asih/Dr. Hasanudin Blanakan setelah mengalami kekerasan di sekolah pada Kamis (16/04/2025).

ONTV - Gerbang Informasi Nusantara

Insiden ini terjadi saat jam istirahat kedua, di mana JA terlibat perkelahian dengan B, teman sekelasnya, yang diadu oleh ketua kelas, P. Perkelahian tersebut berlangsung di dalam kelas yang dikunci, disaksikan oleh teman-teman mereka.

Akibat kejadian tersebut, JA mengalami luka dalam yang serius hingga harus dibawa ke Klinik Bakti Asih pada Sabtu (19/04/2025) untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan. Ia dilaporkan mengalami kesakitan dan sesak di dada.

Pada Senin (21/04/2025), pihak korban dan pelaku mengadakan musyawarah yang dihadiri oleh Kapolsek Blanakan IPTU Andri Sugiarto, Kanit Reskrim AIPTU Haris, serta anggota Polsek Blanakan. Turut hadir Kepala Korwil UPTD Pendidikan Kecamatan Blanakan Hj. Heni Parahdini bersama UPT P5A (Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak).

“Saya berharap pihak sekolah lebih peka dan lebih dekat dengan anak didiknya, supaya tahu apabila ada permasalahan diantara mereka,” ucap Iptu Andri.

Ia mengatakan, setelah mendapat laporan, pihaknya langsung jemput bola untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang terjadi.

“Alhmdulillah permasalahan dapat diselesaikan dengan kekeluargaan,” ujarmya.

Dalam musyawarah tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk menempuh jalur kekeluargaan.

“Semoga anak kami dapat segera pulih dan bisa pulang dari klinik,” tutur Aas, pihak keluarga JA.

Keluarga pelaku bertanggung jawab atas biaya perawatan Jenal hingga sembuh, sesuai tuntutan keluarga korban yang menginginkan Jenal pulih sepenuhnya.

P5A melalui Asep Ashari menyampaikan bahwa pihaknya akan segera mengadakan sosialisasi bertajuk “Stop Kekerasan dan Bullying terhadap Anak” di SMP Negeri 3 Blanakan. Sosialisasi ini akan melibatkan siswa, guru, dan orang tua murid sebagai langkah preventif untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Sayangnya, Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Blanakan, Ade Amsori, S.Pd., tidak hadir di sekolah saat kejadian ini mencuat. Surat pernyataan kekeluargaan ditandatangani oleh Wakasek Sapras/Humas, Madarip, S.Pd. Namun, baik Madarip maupun Wakasek Kesiswaan Muhammad Haris, S.Pd., enggan memberikan komentar kepada awak media.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari kekerasan. Diharapkan langkah-langkah yang diambil oleh pihak terkait dapat mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.(Bebeng)

ONTV - Gerbang Informasi Nusantara
ONTV - Gerbang Informasi Nusantara
ONTV - Gerbang Informasi Nusantara

Tinggalkan Balasan