DaerahPemerintahan

Harkitnas 2026: Parosil Fokus Penguatan Pangan, Pendidikan, dan Kesehatan

×

Harkitnas 2026: Parosil Fokus Penguatan Pangan, Pendidikan, dan Kesehatan

Sebarkan artikel ini

LAMPUNG BARAT II ONTV.CO.ID — Parosil Mabsus menegaskan bahwa penguatan sektor pangan, pendidikan, dan kesehatan merupakan kunci utama untuk mewujudkan kemandirian dan kedaulatan daerah. Penegasan tersebut disampaikan saat memimpin upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di halaman Kantor Bupati Lampung Barat, Rabu (20/5/2026).

Dengan mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, Parosil menilai arah pembangunan nasional maupun daerah harus berfokus pada tiga sektor fundamental tersebut. Ia menekankan bahwa kemajuan suatu daerah sangat ditentukan oleh kekuatan masyarakat dalam menyatukan visi pembangunan.

ONTV - Gerbang Informasi Nusantara

“Arah itu sudah berjalan lewat program nasional,” ujar Parosil Mabsus dalam sambutannya dengan tegas.

Program Nasional Jadi Fondasi Penguatan SDM

Parosil menjelaskan bahwa berbagai program pemerintah saat ini telah diarahkan untuk memperkuat fondasi sumber daya manusia sejak dini. Program Makan Bergizi Gratis misalnya, telah menyasar sekolah-sekolah untuk meningkatkan kualitas gizi generasi muda sebagai investasi jangka panjang.

Di sektor pendidikan, pemerintah juga memperluas akses melalui program Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda di wilayah afirmasi. Upaya ini dilengkapi dengan peningkatan kualitas tenaga pendidik serta pemberian beasiswa bagi pelajar berprestasi dan kurang mampu.

Sementara di sektor kesehatan, program Cek Kesehatan Gratis digulirkan untuk memastikan layanan kesehatan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Ekonomi Desa Diperkuat Lewat Koperasi Merah Putih

Dalam upaya memperkuat ekonomi kerakyatan, pemerintah juga mendorong penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai motor ekonomi baru di tingkat lokal. Koperasi ini diharapkan mampu mempermudah akses masyarakat terhadap pupuk, permodalan, distribusi hasil pertanian, kebutuhan sembako, hingga obat-obatan.

Perlindungan Anak di Ruang Digital Diperketat

Parosil juga menyoroti pentingnya perlindungan anak di era digital. Sejak 28 Maret 2026, pemerintah menunda akses media sosial berisiko tinggi bagi anak di bawah usia 16 tahun berdasarkan PP Nomor 17 Tahun 2025. Kebijakan ini diambil untuk memperkuat perlindungan generasi muda dari dampak negatif dunia digital.

Seruan Solidaritas dan Literasi Digital

Menutup sambutannya, Parosil mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat solidaritas sosial serta meningkatkan literasi digital. Ia menegaskan bahwa semangat kebangkitan nasional harus dimulai dari kesadaran individu yang bergerak secara kolektif demi kemajuan bersama.

“Marilah kita jadikan momentum ini untuk memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital, dan memastikan setiap langkah pembangunan senantiasa berorientasi pada kemajuan bersama,” pungkasnya.(*)

ONTV - Gerbang Informasi Nusantara
ONTV - Gerbang Informasi Nusantara
ONTV - Gerbang Informasi Nusantara

Tinggalkan Balasan