LAMPUNG BARAT II ONTV.CO.ID – Kekayaan alam dan budaya Kabupaten Lampung Barat kembali menarik perhatian media nasional. Stasiun televisi swasta Trans7 melakukan peliputan langsung ke sejumlah destinasi unggulan dan kawasan pertanian di Kecamatan Lumbok Seminung untuk mengangkat potensi wisata dan komoditas unggulan daerah.
Kegiatan ini difokuskan pada eksplorasi potensi pariwisata, budaya, serta hasil bumi yang menjadi identitas Lampung Barat, khususnya kopi robusta dan alpukat yang menjadi komoditas andalan masyarakat setempat.
Eksplorasi Potensi Wisata dan Hasil Bumi Lampung Barat
Dalam agenda liputan tersebut, tim Trans7 mengunjungi sejumlah lokasi strategis, di antaranya Danau Ranau, pasar tematik, area keramba apung, Pekon Pancur Mas, hingga wilayah Ujung Rembun yang dikenal sebagai salah satu sentra kopi unggulan di Lampung Barat.
Ketua Tim Liputan Trans7, Meinia Mutiara, menyebut Lampung Barat dipilih karena memiliki daya tarik kuat dari sisi visual dan kehidupan sosial masyarakat yang masih sangat alami.
> “Di sini kami mengangkat kehidupan masyarakat secara langsung. Selain wisata yang menarik, potensi hasil bumi seperti kopi dan alpukat juga besar, meski masih terkendala infrastruktur,” ujarnya.
Ia menambahkan, Kecamatan Lumbok Seminung memiliki keunggulan lengkap mulai dari wisata alam, budaya, kuliner, hingga komoditas pertanian yang berpotensi besar untuk dikembangkan secara lebih luas.
Bupati Parosil Mabsus Apresiasi Liputan Nasional
Puncak kegiatan liputan dilakukan melalui wawancara bersama Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, yang digelar di Lamban Dinas Bupati, Pekon Kubu Perahu, Kecamatan Balik Bukit, pada Selasa (19/05/2025).
Parosil menyampaikan apresiasi atas perhatian media nasional yang menyoroti potensi daerahnya. Menurutnya, publikasi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat promosi wisata dan produk unggulan Lampung Barat di tingkat nasional.
> “Ini momentum untuk menunjukkan bahwa Lampung Barat punya wisata alam yang indah dan kopi berkualitas tinggi yang sudah menjadi sumber penghidupan masyarakat,” kata Parosil.
Infrastruktur Jadi Tantangan di Kawasan Hutan
Meski memiliki potensi besar, Parosil juga menyoroti sejumlah kendala utama yang masih dihadapi petani kopi, khususnya di wilayah Ujung Rembun dan Pekon Pancur Mas.
Ia menjelaskan bahwa akses infrastruktur jalan masih terbatas karena sebagian wilayah tersebut berada di kawasan hutan, sehingga berdampak pada distribusi hasil bumi.
> “Kendala utama saat ini adalah penyaluran hasil kopi dari Ujung Rembun dan Pancur Mas. Akses jalan masih terbatas karena masuk kawasan hutan, sehingga biaya transportasi tinggi dan waktu distribusi menjadi lebih lama,” jelasnya.
Kondisi ini membuat biaya logistik meningkat dan mempengaruhi nilai ekonomi yang diterima petani di tingkat bawah.
Pemkab Lampung Barat Dorong Solusi Berkelanjutan
Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan pihak terkait dalam mencari solusi terbaik.
Upaya ini diarahkan agar pembangunan infrastruktur dapat berjalan tanpa merusak kawasan hutan yang menjadi bagian penting dari ekosistem daerah.
> “Kami berharap ada jalan tengah. Masyarakat butuh akses untuk memasarkan kopinya, tapi kelestarian hutan juga harus dijaga. Jika ini bisa diselesaikan, nilai tambah kopi Lampung Barat akan jauh lebih besar,” tutup Parosil.(*/Sigit)












