SUBANG || ONTV.CO.ID – Setelah enam hari pencarian yang penuh tantangan, Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil menemukan jasad Rafik (55), korban tanah longsor di Kampung Babakan Randu, Desa Dayeuh Kolot, Kecamatan Sagalaherang, Subang, Jawa Barat.
Tim SAR yang terdiri dari Basarnas, BPBD, Tagana, Polri, serta TNI, melakukan pencarian intensif meski terkendala kondisi medan yang ekstrem. Longsoran setinggi 250 meter dengan lebar 40 meter itu dipenuhi bebatuan besar yang menyulitkan proses evakuasi.
Pencarian sebelumnya sempat dihentikan karena cuaca buruk yang memperparah kondisi di lokasi.
Proses Pencarian dan Evakuasi
Pencarian korban dilakukan dengan berbagai metode, termasuk penggunaan alat berat ekskavator, pencarian manual oleh relawan, serta penyemprotan air untuk mengurai material longsoran.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Subang, Udin Jazudin, menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras seluruh unsur tim gabungan.
“Alhamdulillah di hari ke-6 ini, pencarian korban tertimbun longsor telah ditemukan tidak jauh dari pencarian oleh tim gabungan sebelumnya. Kondisi korban saat ditemukan telungkup dan miring, karena terjepit bebatuan,” ujar Udin Jazudin di lokasi kejadian.
Setelah ditemukan, jenazah Rafik langsung dibawa ke Pesantren Rahmatika 2, Sagalaherang, untuk dimandikan dan disholatkan sebelum dimakamkan di TPU Kebon Dadap.
Suasana haru menyelimuti pemulasaraan, dengan keluarga korban yang tak kuasa menahan tangis.
Peringatan dan Kesiapsiagaan Bencana
Peristiwa ini menjadi pengingat akan risiko bencana alam di kawasan perbukitan Subang dan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana serupa di masa mendatang.
Pemerintah daerah diharapkan dapat meningkatkan mitigasi bencana, termasuk pemasangan alat deteksi dini dan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya tanah longsor.***












