INTERNASIONAL || ONTV.CO.ID – Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan rencana pengakuan resmi Palestina sebagai negara berdaulat. Langkah ini diharapkan dapat memberikan tekanan diplomatik terhadap Israel serta mendorong solusi dua negara dalam konflik berkepanjangan di Timur Tengah.
Dalam pidatonya di Istana Élysée, Macron menegaskan bahwa Prancis berkomitmen untuk mendukung perdamaian dan keadilan bagi rakyat Palestina. “Sudah waktunya dunia mengakui hak Palestina untuk memiliki negara sendiri. Prancis akan memainkan peran aktif dalam mewujudkan hal ini,” ujar Macron.
Sebagai bagian dari upaya ini, Prancis berencana mengadakan konferensi internasional pada Juni 2025, dengan melibatkan negara-negara Eropa, Amerika Serikat, serta berbagai negara Arab. Konferensi ini bertujuan untuk membangun konsensus global serta merancang strategi diplomatik guna mengamankan pengakuan Palestina di tingkat internasional.
Langkah Prancis mendapat reaksi beragam dari berbagai pihak. Pemerintah Israel mengecam keputusan tersebut dan memperingatkan bahwa pengakuan Palestina tanpa kesepakatan langsung dengan Israel berisiko memperburuk ketegangan regional. Sementara itu, banyak negara Arab dan organisasi internasional menyambut baik kebijakan ini, dengan harapan bahwa lebih banyak negara akan mengikuti langkah Prancis dalam pengakuan terhadap Palestina.
Para pengamat politik menilai bahwa keputusan Prancis dapat menjadi titik balik penting dalam upaya menciptakan perdamaian di Timur Tengah. Meski tantangan tetap besar, langkah ini menegaskan bahwa diplomasi internasional masih menjadi alat utama dalam mencapai penyelesaian konflik secara damai.
Pengakuan resmi Palestina oleh Prancis diharapkan akan berdampak luas dalam hubungan global, terutama dalam posisi negara-negara Uni Eropa terhadap konflik Israel-Palestina.
(Sumber: berbagai laporan media internasional)












