INDRAMAYU II ONTV.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu tetap optimistis mampu mempertahankan produksi padi yang tinggi pada 2026 meski menghadapi musim kemarau panjang. Produksi gabah diproyeksikan menembus lebih dari 1,6 juta ton, didukung luas lahan pertanian yang memadai serta berbagai upaya antisipasi kekeringan.
Optimisme tersebut disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu, Sugeng Heryanto, usai berakhirnya musim tanam rendeng yang ditutup dengan panen raya di Desa Srengseng, Kecamatan Krangkeng, Kamis (16/7/2026).
Menurut Sugeng, aktivitas pertanian di Indramayu masih terus berlanjut. Sejumlah wilayah, seperti Kecamatan Gantar, kini mulai memasuki masa panen musim tanam gadu yang diharapkan mampu menopang target produksi tahun ini.
“Produksi padi Indramayu pada 2026 diperkirakan bisa mencapai lebih dari 1,6 juta ton. Target tersebut didukung luas lahan baku sawah sekitar 125 ribu hektare, indeks pertanaman (IP) 1,8, serta produktivitas rata-rata mencapai 6,6 ton per hektare,” ujarnya.
Sugeng menjelaskan, meski musim kemarau mulai dirasakan di sejumlah wilayah, hingga pertengahan Juli 2026 belum terdapat laporan lahan persawahan yang mengalami puso atau gagal panen akibat kekeringan.
Untuk mengantisipasi dampak kemarau, Pemkab Indramayu bersama TNI, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan terus melakukan pengaturan distribusi air melalui sistem gilir-giring. Selain itu, bantuan pompanisasi dari Kementerian Pertanian juga dimanfaatkan guna menjaga ketersediaan air di areal persawahan.
Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga produktivitas pertanian sehingga hasil panen tetap optimal meski dihadapkan pada tantangan cuaca ekstrem.
“Harapannya, hasil panen tetap maksimal sehingga Indramayu dapat terus mempertahankan posisinya sebagai salah satu lumbung pangan nasional,” pungkas Sugeng.
(Nono)












