Jakarta,ontv.co.id – Generasi muda perlu selalu meneladani nilai-nilai perjuangan para pahlawan kemerdekaan
Republik Indonesia,” kata Yusuf Hidayat, Ketua DPP HSE Indonesia (‘Health Safety Environment
Indonesia’); atau lembaga Perhimpunan Masyarakat Peduli K3L (Keselamatan Kerja, Kesehatan, dan
Lingkungan).
Konteks dalam ‘development’ (pembangunan-pengembangan) saat ini, aktualisasinya lanjut mantan
aktivis HMI (Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia) Yusuf Hidayat, bisa direpresentasikan juga oleh
para tokoh sukses berprestasi di segala bidang (olahraga, seni-budaya, dll).
Sementara itu, di Pusat Perfilman Indonesia Jakarta, Kamel Marvin dan rekan-rekan sedang
mempersiapkan ‘kebangkitan’ kembali lembaga SARI (Serikat Artis Republik Indonesia) yang pernah
dirintis dan di-ketua-i (alm) artis Tan Tjan Bok pada era kemerdekaan.
“Kami tidak perlu banyak anggota, yang penting berkualitas,” kata Kamel Marvin, yang punya misi
‘Menjadikan Film Nasional sebagai ‘Ibu’ di negerinya sendiri (Indonesia).
Direncanakan juga event ‘talk show’ TV, Simposium, dll sebagai tahap awal; yang nanti akan
‘launching’ tahun 2021 bertepatan dengan ‘Hari Ibu’ pada 2 Desember.
Spirit tersebut, lanjut Kamel Marvin (Artis, Aktor, Sutradara, dan Produser), tak hanya karena
momentum perayaan ‘Hari Kemerdekaan’; tapi tetap harus ditumbuhkan secara berkelanjutan.
Misalnya, dengan ‘mempertanyakan’: “dimana sebenarnya posisi Film Nasional? Di “bawah kontrol”
Komisi I DPR RI (keberadaan Lembaga Sensor Film) atau Komisi X DPR RI (seni-budaya) — atau Komisi
IX DPR RI (ekonomi kreatif).
Tak perlu dijawab sekarang, memang: karena yang terpenting seperti yang diingatkan Yusuf Hidayat,
spirit dan nilai perjuangan kemerdekaan bisa terus disosialisasikan.
Oleh : Fathonie Abdullah
(Jurnalis-Periset)













