SUBANG-JAWA BARAT|| ONTV.CO.ID — Dua proyek pertanian dalam Program Optimalisasi Lahan (OPLAH) di Desa Tanjung Tiga, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, menuai sorotan publik. Proyek pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) yang dikerjakan oleh dua kelompok tani di Dusun Sumur Sapi dan Dusun Sukawera tidak dilengkapi papan informasi proyek, memicu pertanyaan soal transparansi dan kualitas pelaksanaan.
Detail Proyek TPT di Dua Titik
1. Kelompok Tani Maju Jaya (Ketua: H. Akbar Udin)
- Lokasi: Dusun Sumur Sapi
- Spesifikasi: Panjang 118 meter, tinggi 1005 cm, topi 30 cm
- Progres: 70%
2. Kelompok Mitra Tani (Ketua: Muin)
- Lokasi: Dusun Sukawera
- Spesifikasi: Panjang 323 meter, tinggi 85 cm
- Progres: 50%
Tidak Ada Papan Proyek, Dinas Pertanian Jadi Sorotan
Saat dikonfirmasi di lokasi proyek pada Sabtu (13/9/2025), Ketua Kelompok Tani Maju Jaya, H. Akbar Udin, menyatakan bahwa tidak adanya papan proyek disebabkan oleh tidak adanya instruksi dari Dinas Pertanian.
“Saya tidak disuruh bikin papan proyek. Kalau tidak ada perintah dari dinas, saya tidak mau buat atas kemauan sendiri,” ujar Akbar kepada awak media.
Senada, Ketua Kelompok Mitra Tani, Muin, mengaku telah menanyakan hal tersebut ke Dinas Pertanian. Menurutnya, proyek tersebut tidak menggunakan papan proyek, melainkan “aksesoris” yang belum dibuat.
Dugaan Pengerjaan Asal-Asalan
Wanto, anggota Humas Grib Jaya DPC Subang yang turut memantau proyek, mengkritisi kualitas pengerjaan TPT. Ia menilai proyek dikerjakan tanpa penggalian pondasi yang memadai dan tidak diketahui besaran anggarannya.
“Saya khawatir bangunan TPT ini tidak bertahan lama. Jangan sampai program dari Dinas Pertanian hanya dijadikan formalitas,” tegas Wanto yang akrab disapa Kanit.
(Bebeng)












