LABUHANBATU SELATAN || ONTV.CO.ID – Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel), Fery Sahputra Simatupang, S.H, mengapresiasi langkah cepat PT SKU Normark dalam menangani jalan yang terputus akibat banjir di Desa Perkebunan Normark, Kecamatan Silangkitang.
Perusahaan berkomitmen segera memperbaiki gorong-gorong (box culvert) yang ambruk akibat derasnya arus air pada Rabu, 9 April 2025.
Kunjungan Bupati dan Pejabat Daerah
Bupati Labusel bersama sejumlah pejabat daerah meninjau lokasi pada Sabtu, 12 April 2025. Turut hadir dalam kunjungan tersebut, Plh Sekda Reza Pahlevi Nasution, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan H. Syarifuddin, Kepala Bappeda Kamal Siregar,bSerta beberapa pejabat lainnya.
Rombongan disambut oleh Manajer PT SKU Normark, Angga, serta sejumlah perwakilan dari Sinar Mas Group.
Kondisi Jalan dan Upaya Perbaikan
Bupati melihat langsung kondisi jalan yang terputus akibat gorong-gorong yang anjlok setelah dihantam hujan deras sepanjang malam. Saat ini, masyarakat hanya bisa melintas menggunakan jembatan darurat dari kayu, yang diperuntukkan bagi pengguna sepeda motor.
Manajer PT SKU, Angga, menjelaskan bahwa jalan besar di Desa Perkebunan Normark masih berada dalam Hak Guna Usaha (HGU) PT SKU. Meski demikian, pihak perusahaan siap mendukung pemerintah dalam perbaikan infrastruktur.
“Kami siap mendukung pemerintah untuk segera memperbaiki gorong-gorong yang ambruk akibat cuaca extream,” jelas Angga.
Sementara menunggu perbaikan gorong-gorong, perusahaan telah membuka jalur alternatifnbagi masyarakat, meski hanya bisa dilalui oleh kendaraan kecil atau pribadi.
Pernyataan Bupati dan Harapan Jangka Panjang
Bupati Fery Sahputra Simatupang mengapresiasi kebijakan perusahaan yang cepat dan tepat dalam menangani masalah ini.
“Saya berharap perbaikan dilakukan secepat mungkin, mengingat dalam waktu dekat akan digelar Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat kabupaten di Kecamatan Silangkitang,” ungkap Bupati.
Sebelumnya, Bupati sempat mempertimbangkan pembangunan jalan menggunakan Dana APBD atau dana tanggap darurat. Namun, karena lokasi jalan berada dalam HGU PT SKU, pembangunan melalui APBD tidak bisa dilakukan secara langsung.
Sebagai solusi jangka panjang, Bupati berharap PT SKU dapat melepaskan ruas jalan sepanjang 4 km dari HGU, agar Pemkab Labusel lebih mudah membangun infrastruktur.
Pasalnya, ruas jalan tersebut merupakan akses utama yang menghubungkan tiga kecamatan, yakni Kecamatan Kota Pinang, Kecamatan Silangkitang dan Kecamatan Sungai Kanan.
Selain itu, jalan ini juga menjadi jalur alternatif menuju Kabupaten Labuhanbatu.
Bupati Labusel telah menyampaikan permohonan secara lisan kepada pihak perusahaan agar jalan tersebut dikeluarkan dari HGU PT SKU. Dalam waktu dekat, Pemkab Labusel akan mengajukan permohonan secara tertulis untuk mempercepat proses pelepasan lahan.(Kidi Nasution)












