MANADO-SULAWESI UTARA || ONTV.CO.ID – Polsek Kawasan Bandara Sam Ratulangi Manado berhasil menggagalkan keberangkatan empat calon pekerja migran ilegal yang diduga akan diterbangkan ke Thailand untuk bekerja sebagai scammer. Penangkapan terjadi pada Kamis pagi, sekitar pukul 06.05 WITA, di Bandara Internasional Sam Ratulangi, Kecamatan Mapanget, Kota Manado.
Keempat penumpang yang diamankan adalah RP (22), AG (28), FP (20), dan SFTD (25), yang berasal dari Minahasa dan Kota Bitung, Sulawesi Utara. Mereka sempat terdaftar sebagai penumpang penerbangan Manado–Jakarta sebelum dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh aparat kepolisian.
Kapolsek Kawasan Bandara, IPDA Masry, didampingi Kasi Humas Iptu Agus Haryono, menjelaskan bahwa pihaknya menerima informasi awal mengenai keberangkatan sejumlah calon pekerja migran tanpa dokumen resmi pada Rabu malam (11/6/2025). Petugas kemudian melakukan pemeriksaan manifest penerbangan dan berhasil mengidentifikasi keempat nama tersebut. Saat hendak melakukan boarding, mereka langsung diamankan untuk interogasi lebih lanjut.
Hasil pemeriksaan awal mengungkap bahwa mereka dijanjikan pekerjaan di Thailand dengan gaji sebesar 800 USD per bulan oleh seseorang bernama Pr. L, yang saat ini berada di Thailand. Namun, tidak ada kejelasan mengenai identitas maupun legalitas perusahaan yang akan mempekerjakan mereka.
Selain itu, seluruh biaya keberangkatan dijanjikan akan ditanggung oleh pihak perekrut tanpa kelengkapan dokumen resmi—modus yang sering digunakan oleh sindikat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Saat ini, keempat calon pekerja tersebut telah diserahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Manado untuk pemeriksaan lebih lanjut, dengan pendampingan dari Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI).
Pihak kepolisian menekankan bahwa masyarakat harus lebih waspada terhadap modus rekrutmen ilegal yang semakin marak di Sulawesi Utara. Sindikat TPPO sering kali menjaring korban melalui grup-grup Telegram, menargetkan warga berusia produktif antara 20 hingga 25 tahun, dengan janji pekerjaan bergaji tinggi di luar negeri.
Polsek Kawasan Bandara Sam Ratulangi berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan BP3MI dalam menelusuri jaringan perekrut serta melakukan penyelidikan mendalam guna membongkar sindikat TPPO yang diduga aktif beroperasi di wilayah tersebut.(MICHAEL HONTONG)












