SIMALUNGUN-SUMUT || ONTV.CO.ID — Di tengah perayaan 80 tahun kemerdekaan Indonesia, masyarakat Desa Dolok Tomuan Saribu Jawa, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun, justru merasakan dua dekade keterasingan dari pembangunan infrastruktur. Harapan akan perbaikan jalan kampung yang vital bagi aktivitas ekonomi mereka terus pupus, tenggelam bersama janji-janji manis yang tak kunjung ditepati.
Tokoh masyarakat setempat, M. Sinaga (62), mengungkapkan kekecewaannya terhadap pemerintah daerah yang dinilai abai terhadap kondisi jalan rusak parah di wilayahnya.
“Sudah lebih dari 20 tahun jalan ini rusak dan tidak pernah diperbaiki. Kami kesulitan menjual hasil pertanian ke pasar Balata, Tiga Dolok, bahkan ke Pematangsiantar,” ujarnya dengan nada kesal.
Pemuda Bergerak: Seruan Keadilan dari Dolok Panribuan
Senada dengan itu, Barita Sinaga, tokoh pemuda Dolok Panribuan, menegaskan bahwa jalan tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat. Ia mendesak Pemkab Simalungun dan Dinas PUPR untuk segera merespons permintaan warga.
“Apa kami harus demonstrasi dulu baru didengar? Sudah hampir dua dekade jalan ini rusak. Kami seperti dianaktirikan oleh pemerintah,” tegas Barita, didampingi Andri Toyama Simanjuntak dan Sabam Simanjuntak.
Barita menambahkan bahwa perjuangan mereka tidak akan berhenti sampai ada pemerataan pembangunan di wilayahnya. Ia dan rekan-rekannya berkomitmen untuk terus menyuarakan aspirasi masyarakat agar pemerintah membuka mata terhadap penderitaan warga Saribu Jawa.
Kondisi Jalan Memprihatinkan
Pantauan langsung di lapangan menunjukkan bahwa jalan penghubung antar desa di wilayah tersebut mengalami kerusakan berat dan sangat membahayakan pengguna jalan. Lubang besar, genangan air, dan permukaan tanah yang tidak rata menjadi pemandangan sehari-hari.
(S.Hadi Purba)












