MANADO || ONTV.CO.ID— Penunjukan Elly Engelbert Lasut sebagai Komisaris PT Angkasa Pura bukan sekadar rotasi jabatan di tubuh BUMN. Ia menjadi simbol kepercayaan politik dan pengakuan atas kapasitas kepemimpinan tokoh Sulawesi Utara yang telah lama berkiprah di panggung nasional.
Langkah ini juga menjadi titik balik penting bagi Partai Demokrat Sulut, yang kini bersiap menghadapi transisi kepemimpinan pasca-Pilkada 2024.
Dari Rekomendasi AHY ke Respons Cepat Presiden
Penunjukan Elly Lasut merupakan tindak lanjut dari surat rekomendasi Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kepada Presiden Prabowo Subianto. Surat bertanggal 30 Juni 2025 itu hanya memuat satu nama: Elly Engelbert Lasut—menandakan nilai strategis dan kepercayaan penuh dari pucuk pimpinan partai.
Presiden Prabowo merespons cepat. Hanya sepekan kemudian, Elly resmi diangkat sebagai Komisaris PT Angkasa Pura, BUMN strategis yang mengelola bandara-bandara utama di Indonesia.
“Saya sudah menerima surat keputusan dari RUPS Angkasa Pura Indonesia. Terima kasih atas dukungan dan ungkapan baik. Luar biasa,” ujar Elly dalam pernyataan resminya.
Dari Talaud ke Jakarta: Jejak Kepemimpinan Elly
Elly Lasut bukan sosok baru. Ia pernah menjabat Bupati Kepulauan Talaud selama tiga periode dan juga pernah memimpin DPRD setempat. Pengalaman panjang di pemerintahan daerah menjadi modal penting dalam menjalankan tugas barunya di jajaran komisaris BUMN.
Penempatan ini juga menjadi bukti bahwa kader daerah memiliki peluang nyata untuk berkontribusi di tingkat nasional.
Konsekuensi Jabatan: Demokrat Sulut Bersiap Regenerasi
Sesuai Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-3/MBU/03/2023, seorang komisaris BUMN tidak boleh merangkap sebagai pengurus partai politik. Artinya, Elly Lasut harus mundur dari jabatannya sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Sulut.
Langkah ini membuka ruang regenerasi. Nama Hillary Brigitta Lasut (HBL), putri Elly yang kini duduk di DPR RI, disebut sebagai kandidat terkuat. HBL tercatat sebagai peraih suara terbanyak legislator perempuan di Pileg 2024, bahkan mengungguli tokoh nasional seperti Puan Maharani.
Selain HBL, nama-nama seperti Billy Lombok, Royke Anter, dan Stendy S. Rondonuwu juga masuk radar sebagai calon pemimpin baru Demokrat Sulut.
Momentum Konsolidasi dan Arah Baru Demokrat Sulut
Dengan naiknya jumlah kursi Demokrat di DPRD Sulut dan potensi kader muda yang kuat, partai berlambang mercy ini memiliki modal politik yang solid untuk melanjutkan konsolidasi dan memperkuat basis elektoral di daerah.
Penunjukan Elly Lasut sebagai komisaris bukan hanya pengakuan atas rekam jejaknya, tetapi juga sinyal bahwa regenerasi politik di Sulut tengah bergerak—dengan harapan baru di pundak generasi berikutnya.
(Michael Hontong)












