BeritaDaerahInspiratifPendidikan

Dijemput Langsung Dosen ITB Setelah Lolos, Avan Hilmi Pelajar Berprestasi Asal Ponorogo Bantu Orangtua Jualan Pentol Saat Masih SD

×

Dijemput Langsung Dosen ITB Setelah Lolos, Avan Hilmi Pelajar Berprestasi Asal Ponorogo Bantu Orangtua Jualan Pentol Saat Masih SD

Sebarkan artikel ini

PONOROGO || ONTV.CO.ID — Sebuah kisah inspiratif datang dari Kelurahan Mangkujayan, Ponorogo. Avan Ferdiansyah Hilmi (19), anak penjual es keliling, berhasil lolos ke Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Tak hanya itu, ia bahkan dijemput langsung oleh dosen ITB, Imam Santoso, sebagai bentuk apresiasi atas perjuangannya.

Kunjungan Imam ke rumah Avan menjadi viral setelah ia membagikan momen tersebut di akun Instagram @santosoim. Ia mengaku sempat mengira rumah Avan adalah toko piala karena begitu banyaknya penghargaan yang terpajang.

ONTV - Gerbang Informasi Nusantara

“Awalnya dikira toko piala, ternyata ini rumah anak Ponorogo yang baru keterima di ITB,” tulis Imam, dikutip dari Kompas.com.

Prestasi Sejak SD: Juara Olimpiade MIPA Nasional

Jauh sebelum diterima di ITB, Avan telah menunjukkan kecemerlangan akademiknya. Saat masih duduk di SDN 1 Mangkujayan Ponorogo, ia berhasil meraih juara tiga Olimpiade Matematika dan IPA (MIPA) Himso III Nasional di Surabaya

Meski berasal dari keluarga kurang mampu, Avan tak pernah menyerah. Saat masih duduk dibangku SD, ia sudah membantu orang tuanya berjualan pentol setiap pagi. Ia menyempatkan 30 menit membaca buku sebelum mandi dan berangkat sekolah, lalu belajar kembali di malam hari, mengerjakan soal latihan dan mengulang materi pelajaran.

Avan yang merupakan lumnus SMAN 1 Ponorogo, kini diterima di Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB. Ia mengaku tidak pernah mengikuti les privat, melainkan fokus pada nilai harian dan lomba-lomba sains sejak SD.

“Saya fokus nge-push nilai harian dan ikut lomba-lomba, terutama yang diselenggarakan ITB,” ujar Avan kepada media.

Deretan piala dan sertifikat yang memenuhi ruang tamu rumahnya menjadi bukti nyata dari kerja keras dan konsistensinya.

Hadiah dan Dukungan dari Kampus

Dalam kunjungan tersebut, Avan menerima bantuan laptop, uang tunai, dan perlengkapan belajar dari Paragon Corp. ITB juga memberikan penundaan UKT dan menetapkan Rp0 sambil menunggu proses KIP Kuliah disetujui.

“Saya berharap bisa lulus tepat waktu dan bantu keluarga,” ucap Avan dengan penuh haru.

Kisah Avan adalah bukti bahwa mimpi besar bisa tumbuh dari rumah kecil, dan bahwa prestasi sejati lahir dari ketekunan, bukan kemewahan.***

ONTV - Gerbang Informasi Nusantara
ONTV - Gerbang Informasi Nusantara
ONTV - Gerbang Informasi Nusantara

Tinggalkan Balasan