INDRAMAYU || ONTV.CO.ID – Bupati Indramayu, Lucky Hakim, memberikan klarifikasi terkait perjalanannya ke Jepang yang menuai kontroversi. Perjalanan tersebut mendapat perhatian publik setelah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan sindiran tajam mengenai pentingnya pejabat daerah menciptakan destinasi wisata lokal yang menarik, alih-alih bepergian ke luar negeri.
Dalam keterangannya, Lucky mengakui bahwa dirinya tidak mengantongi izin resmi dari Kementerian Dalam Negeri sebelum berangkat. Ia menjelaskan bahwa perjalanan tersebut sudah direncanakan sejak Desember 2024, dan tiket pesawat telah dibeli jauh sebelum aturan pembatasan perjalanan kepala daerah saat libur Lebaran diumumkan.
Lucky Hakim juga menegaskan bahwa seluruh biaya perjalanan menggunakan dana pribadi, tanpa fasilitas negara. Namun, pihak Kemendagri tetap melakukan pemeriksaan terhadapnya, dengan 43 pertanyaan terkait sumber dana dan alasan tidak mengajukan izin lebih awal.
Menanggapi kontroversi ini, Lucky menyatakan siap menerima sanksi jika terbukti melanggar aturan. Ia menyebut bahwa jika hukumannya berupa pemberhentian sementara selama tiga bulan, ia akan menerimanya dengan segala konsekuensi.
Sementara itu, sindiran dari Dedi Mulyadi melalui media sosial menuai pro dan kontra. Sebagian masyarakat mendukung pesan yang disampaikan, sementara lainnya menilai bahwa teguran terhadap Lucky Hakim seharusnya dilakukan secara langsung, bukan melalui unggahan publik.
Isu ini memunculkan diskusi lebih luas mengenai etika pejabat publik dan prioritas dalam membangun wisata lokal. Pemerintah diharapkan dapat memberikan klarifikasi lebih lanjut mengenai aturan perjalanan bagi kepala daerah agar tidak terjadi polemik serupa di masa mendatang.***












