DaerahInsfrastruktur

Jalan Penghubung Kaliaren–Tanjung Asem Rusak, Distribusi Hasil Panen Terganggu

×

Jalan Penghubung Kaliaren–Tanjung Asem Rusak, Distribusi Hasil Panen Terganggu

Sebarkan artikel ini

SUBANG II ONTV.CO.ID – Di tengah komitmen pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional, kondisi infrastruktur di pedesaan masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan. Salah satunya terlihat di Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Jawa Barat, di mana jalan penghubung Dusun Kaliaren, Desa Sukamandijaya, menuju Dusun Tanjung Asem sepanjang kurang lebih tiga kilometer masih berupa tanah merah yang berubah menjadi kubangan lumpur saat musim hujan.

Kondisi jalan tersebut dinilai menghambat mobilitas masyarakat, memperlambat distribusi hasil pertanian, serta meningkatkan risiko kecelakaan bagi para pengguna jalan. Padahal, akses tersebut merupakan jalur utama yang menopang aktivitas ekonomi dan kehidupan ribuan warga.

ONTV - Gerbang Informasi Nusantara

Kepala Dusun Kaliaren, Carkitop, mengatakan sekitar 5.000 jiwa terdampak langsung akibat buruknya kondisi jalan tersebut, terdiri dari sekitar 3.200 warga Dusun Kaliaren dan 1.800 warga Dusun Tanjung Asem.

> “Jalan ini sudah bertahun-tahun belum mendapatkan perhatian yang memadai, padahal masyarakat sudah beberapa kali mengusulkan perbaikannya kepada pemerintah. Akibat kondisi jalan yang tidak layak, tidak sedikit warga yang mengalami kecelakaan. Kami berharap masyarakat memperoleh haknya berupa akses jalan yang layak agar dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman,” ujarnya, Rabu (8/7/2026).

Buruknya infrastruktur tersebut dinilai bertolak belakang dengan upaya meningkatkan produktivitas sektor pertanian. Akses jalan yang memadai menjadi faktor penting dalam memperlancar distribusi hasil panen, menekan biaya logistik, sekaligus menjaga daya saing petani.

Di tengah belum terealisasinya pembangunan, masyarakat memilih bergotong royong melakukan perbaikan secara swadaya. Aksi tersebut diprakarsai tokoh masyarakat sekaligus anggota Kepolisian Daerah Jawa Barat, H. Warjo, yang turut memberikan bantuan material berupa tiga truk pasir dan satu truk batu split untuk memperbaiki ruas jalan.

Koordinator Majelis Titik Nol Tjiasem, Pajar Riskomar, mengapresiasi kepedulian tersebut. Menurutnya, langkah nyata yang dilakukan menjadi contoh semangat kebersamaan dalam membantu masyarakat.

> “Beliau menunjukkan bahwa kepedulian kepada masyarakat tidak harus menunggu program besar. Dengan tindakan nyata, beliau menggerakkan gotong royong dan memberikan bantuan material. Ini menjadi teladan bahwa kehadiran aparat di tengah masyarakat dapat diwujudkan melalui aksi konkret,” katanya.

Meski demikian, Pajar menegaskan bahwa perbaikan secara swadaya hanya bersifat sementara. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Subang maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera merealisasikan pembangunan jalan secara permanen.

> “Jalan ini bukan sekadar akses pertanian, tetapi jalur kehidupan yang menghubungkan ribuan warga. Infrastruktur yang layak akan meningkatkan keselamatan, memperlancar distribusi hasil pertanian, dan mendorong pertumbuhan ekonomi desa,” tegasnya.

Masyarakat berharap usulan perbaikan yang telah disampaikan selama bertahun-tahun segera diwujudkan melalui program pembangunan yang konkret. Mereka menilai keberhasilan ketahanan pangan nasional tidak hanya ditentukan oleh peningkatan produksi, tetapi juga didukung oleh infrastruktur yang memadai hingga ke tingkat desa. (Ryan)

ONTV - Gerbang Informasi Nusantara
ONTV - Gerbang Informasi Nusantara
ONTV - Gerbang Informasi Nusantara

Tinggalkan Balasan