Karawang, ontv.co.id – Bantuan pangan non tunai (BPNT) merupakan transformasi dari program sebelumnya yakni program Subsidi Beras Sejahtera (Rastra) oleh kemensos, dan bulog ditunjuk sebagai Suplayer beras untuk distribusikan kepada e – warung yang telah ditetapkan sebagai penyalur BPNT dengan menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Dengan maraknya pemberitaan yang beredar di beberapa media online bahwa calon kades kertaraharja Yahya menyalurkan beras BPNT disinyalir ada nya unsur politik, Calon kades kertaharja Yahya bantah tidak benar.
Ketika di konfirmasi ontv.co.id calon kades Kertaraharja H.yahya, mengatakan,”penyaluran beras BPNT di desa kertaraharja dilakukan sesuai prosedur melalui e-warung, adapun pemberitaan yang mengatakan pembagian beras BPNT dengan unsur politik tidak dibenarkan hanya saja penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tersebut bertepatan dengan pilkades”. Imbuhnya (5-2-20)
Lanjut Haji yahya,memang pada bulan januari ada keterlambatan pembagian Bantuan Pangan Non tunai (BPNT) itu bukan ke inginan pihak saya melainkan dari kementrian sosial ada surat edaran nya, penyaluran BPTN selain beras ada penambahan bantuan untuk sekarang ini yaitu satu kilogram telur serta setengah kilogram kacang hijau kurang lebih nya.jelasnya
Ditempat terpisah,Carim lembaga gibas sektor kutawaluya ikut berkomentar,”bahwa kegiatan penyaluran beras BPTN di desa Kertaraharja sesuai dengan aturan yang ada, soal pemberitaan bahwa calon kades Kertaraharja menyalurkan beras BPNT ada nya unsur politik itu juga tidak benar, hanya saja momen nya bertepatan dengan pilkades di desa tersebut”tegasnya
Lanjut Carim, saya sudah melakukan kroscek dan kontrol sosial kepada keluarga penerima manfaat (KPM) serta meninjau langsung ketempat penyaluran beras BPNT e-warung bisa di pastikan semua berjalan dengan baik, yang diberikan kepada keluarga penerima manfaat beras, telur dan kacang hijau sesuai anjuran dari kemensos. Tegasnya (red)












