PURWAKARTA || ONTV.CO.ID – Wakil Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat Ir. H. Abdul Hadi Wijaya, M.Sc., berkunjung ke bakal lokasi SMKN Darangdan yang berlokasi di Jl. Sawit, Desa Linggasari, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Jumat (6/10).
“Lokasinya strategis berada di sisi jalan provinsi. Adapun untuk tahapan pembangunan fisiknya, sudah mencapai 60 persen. Sudah mulai kelihatan beberapa bangunan yang akan jadi,” kata Gus Ahad, panggilan akrab Abdul Hadi Wijaya, saat ditemui di lokasi.
Politisi PKS ini juga mengungkapkan,
ditargetkan pada Januari 2024 sudah mulai ada perpindahan siswa dari tempat belajar sementara di SMPN 4 Darangdan di Desa Pasirangin ke lokasi yang baru ini.
“Kami, dari Komisi V menyambut baik langkah-langkah yang dilakukan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, khususnya Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah IV,” ujar Gus Ahad yang merupakan Legislator dari daerah pemilihan Karawang – Purwakarta ini.
Sehingga, sambungnya, tahapan maupun pengajuan, termasuk kerja sama dengan alokasi anggaran APBN, untuk beli tanah dan membangun unit sekolah baru (USB) ini bisa terealisasi.
“Alhamdulillah. Insyaallah, ini akan meningkatkan daya tampung serta minat bersekolah bagi anak-anak yang berada di pelosok Darangdan, mengingat kecamatan ini merupakan salah satu yang paling ujung, berbatasan dengan Kabupaten Bandung Barat (KBB),” ucapnya.
Gus Ahad pun berpesan agar pihak sekolah segera menghitung atau merekap kembali kekurangan-kekurangan anggaran yang masih dibutuhkan. Karena pada saat yang sama pihaknya tengah membahas anggaran APBD 2024.
“Jadi mohon segera dibahas di internal di Dinas Pendidikan, KCD IV, dan nanti dijadikan salah satu ajuan untuk dimasukkan ke dalam APBD 2024 murni. Sehingga mimpinya adalah pada tahun depan sekolah ini sudah bisa beroperasi dengan baik,” kata Gus Ahad.
Pihaknya juga berpesan agar penyediaan SDM, guru-guru, dan lainnya segera dicatat dan dipetakan dengan sebaik-baiknya agar proses operasional sekolah ini bisa berjalan lancar.
“Sehingga, gurunya cukup, honor-honornya bagi mereka yang masih belum ASN sudah ada, dan sebagainya,” ujar Gus Ahad.
Lebih lanjut dirinya mengatakan, keberadaan SMKN Darangdan sebagai USB adalah hadiah dari pemerintah kepada warga Purwakarta, khususnya di Kecamatan Darangdan, Bojong dan juga mungkin masyarakat dari KBB yang bertetangga.
“Bahwa, di wilayah ini sudah didirikan sebuah SMK Negeri dengan segala fasilitas yang melekat padanya,” ucapnya.
Ditemui di lokasi yang sama, Kepala SMKN Darangdan Ooy Rosmana mengatakan, pembangunan SMKN Darangdan saat ini memang masih ada kekurangan-kekurangan yang belum dianggarkan. Di antaranya pagar lingkungan, kemudian ruang guru dan ruang kepala sekolah juga belum teranggarkan.
“Dan yang lebih penting lagi adalah tembok penahan tanah (TPT) yang harus disegerakan karena sebentar lagi akan menghadapi musim hujan. Kalau TPT-nya sudah baik, maka bilamana hujan, sudah aman,” kata Ooy.
Kemudian juga, sambungnya, untuk pembangunan yang lainnya, karena sisanya adalah tanah urugan, maka, memerlukan TPT yang pembuatannya untuk disegerakan.
“Tujuannya supaya bangunan bisa direncanakan dengan baik dan benar. Kalau TPT-nya sudah jadi, maka luasnya bisa dihitung dengan riil,” ujarnya menjelaskan.
Kemudian, SMK Darangdan itu daerahnya daerah terpencil, kemungkinan ada beberapa siswa yang keberatan pindah karena tidak mempunyai ongkos ke sekolah dan tidak adanya angkutan umum. Dan memang, lanjutnya, dari sekolah lama belum ada angkutan khusus.
“Oleh karena itu, kami mohon kepada pemerintah terkait untuk membuat trayek yang melalui Pasirangin yang merupakan sekolah asal SMKN Darangdan ke Jalan Sawit – Bojong (Desa Linggasari), sehingga memudahkan para siswa untuk transportasi yang murah dan terjangkau,” ucapnya.(Isw)












