PEMATANGSIANTAR-SUMUT || ONTV.CO.ID — Warga Kelurahan Simalungun, Kecamatan Siantar Selatan, khususnya yang bermukim di wilayah Pematang, mengaku resah akibat dugaan pencemaran lingkungan yang berasal dari limbah PT Pabrik Es Pematang. Keluhan ini mencuat setelah sejumlah tokoh masyarakat dan aktivis menyuarakan keresahan warga yang terdampak langsung.
Dugaan Limbah dan Ketidakjelasan Izin Operasional
Tokoh pemuda setempat, Roresky, menyayangkan tindakan PT Pabrik Es yang diduga membuang limbah sembarangan di sekitar pemukiman warga. Ia mempertanyakan legalitas operasional perusahaan tersebut, yang disebut belum melibatkan respon publik dalam proses perizinan.
“Saya sebagai warga yang masih berkartu keluarga di Pematang merasa sedih. Warga sangat terganggu atas dugaan limbah yang dibuang sembarangan,” ujar Roresky kepada media.
Ia juga menyoroti sikap perusahaan yang terkesan mengabaikan dampak lingkungan dan tidak transparan terhadap masyarakat sekitar.
Aktivis Desak Pemerintah dan DPRD Turun Tangan
Jhon, seorang aktivis lingkungan Kota Pematang Siantar, turut angkat bicara. Ia mendesak Dinas Perkim LH, Wali Kota, dan Ketua DPRD Kota Pematang Siantar untuk tidak menutup mata terhadap dugaan pencemaran tersebut.
“Limbah ini sangat mengganggu kesehatan warga sekitar. Pemerintah harus segera turun ke lapangan dan menindaklanjuti keresahan masyarakat,” tegas Jhon.
Ia juga menyatakan komitmennya untuk mengawal kasus ini hingga tuntas. Jika dalam 1×24 jam tidak ada tanggapan dari pihak terkait, Jhon dan warga berencana melakukan aksi serta melayangkan laporan resmi (dumas) demi memperjuangkan hak masyarakat terdampak.
(S.Hadi Purba Tambak)












