Berita

Diduga Keracunan Jajanan, Belasan Anak SD Dilarikan ke Puskesmas

×

Diduga Keracunan Jajanan, Belasan Anak SD Dilarikan ke Puskesmas

Sebarkan artikel ini

Purwojwdjo.ontv.co.id-Belasan Murid di SDN Penungkulan, Kecamatan Gebang, terpaksa dirawat di UGD Puskesmas Maron, Kecamatan Loano, Kamis (06/09/2019). Mereka mengalami gejala mual, muntah dan pusing setelah mengkonsusmsi jajanan yang dibeli di sekitar sekolahan.

Seperti yang di lansir media sorot purworejo,Mereka langsung diantar oleh mobil pribadi warga sekitar sekolah dengan didampingi beberapa orang guru ke Puskesmas Maron. Dokter jaga Puskesmas Bayu Utaminingtyas mengungkapkan, setelah mendapatkan penanganan medis, kondisi anak-anak sudah tertangani.

ONTV - Gerbang Informasi Nusantara

Dikatakan, terdapat 14 anak yang datang ke puskesmas dengan keluhan yang sama. Setelah diberikan perawatan, 8 anak sudahmembakik, sedangkan 6 anak masih mendapat pengawasan karena masih mual dan pusing

“Delapan anak lain sudah diperbolehkan pulang setelah mendapat perawatan,” ungkapnya.

Dari keterangan anak-anak, diduga mereka memngkonsumsi makanan jenis cilok yang tiap hari berdagang di sekolah tersebut.

“Kami mengumpulkan lima item untuk dikirim ke laboraturium. Sampel berupa jajanan yang diduga dimakan anak-anak beserta bumbu tambahannya, saos dan sambal,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang anak yang dirawat di Puskesmas Loano, Choirunnisa Rahmadani, murid kelas 6 mengaku, ia membeli cilok saat jam istirahat sekitar pukul 09.00 WIB. Ia bersama teman-temannya sering membeli jajanan tersebut dan tidak pernah merasakan pusing atau mual.

“Saya merasa pusing dan mual begitu masuk kelas setelah istirahat,” papar Choirunnisa yang didampingi oleh ibunya.

Sementara itu, Kepala Desa Penungkulan, Amat Suroso saat mendampingi di Puskesmas mengatakan, pihaknya sudah bermusyawarah dengan para orang tua untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan damai.

“Ambil hikmahnya untuk pelajaran, anak sebagian sudah pulang, kondisi membaik. Harapan kami kalau sudah sehat pulang semua, untuk anak anak bisa melanjutkan aktivitas sekolah kembali dan orang tua selalu mengawasi dan waspada serta jangan lupa kalau pagi untuk sarapan pagi. Banyak yang mengaku pada belum sarapan,” paparnya.

Sementara, pihak sekolah tidak bersedia memberikan komentar terkait persitiwa sakitnya anak-anak didik mereka.(Sugih)

ONTV - Gerbang Informasi Nusantara
ONTV - Gerbang Informasi Nusantara
ONTV - Gerbang Informasi Nusantara

Tinggalkan Balasan