INDRAMAYU II ONTV.CO.ID – Kasus dugaan keracunan makanan yang dialami 143 siswa SMAN 1 Tukdana, Kabupaten Indramayu, kini memasuki tahap investigasi. Tim gabungan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Indramayu, BPOM, kepolisian, kejaksaan, hingga TNI turun langsung untuk mengusut penyebab kejadian tersebut, Selasa (6/10/2026).
Tim gabungan terlebih dahulu mendatangi SMAN 1 Tukdana untuk meminta keterangan terkait kronologi kejadian. Setelah itu, petugas melanjutkan pemeriksaan ke dapur SPPG Kerticala II yang menjadi lokasi produksi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam pemeriksaan awal, menu ayam tepung menjadi salah satu makanan yang mendapat perhatian petugas. Pasalnya, makanan tersebut dilaporkan sempat mengeluarkan aroma yang tidak sedap.
Usai menyantap makanan MBG, sejumlah siswa mengalami berbagai keluhan kesehatan, mulai dari pusing, sakit perut, mual hingga muntah.
Meski demikian, petugas belum dapat memastikan bahwa ayam tepung merupakan penyebab keracunan yang dialami para siswa.
Untuk memastikan sumber penyebabnya, tim investigasi mengambil sejumlah sampel untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium. Sampel tersebut meliputi sisa makanan, makanan MBG yang masih tersimpan di SPPG Kerticala II, serta air yang digunakan di dapur.
Seluruh sampel selanjutnya akan diperiksa di laboratorium Dinkes Indramayu dan BPOM. Hasil pemeriksaan tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai penyebab dugaan keracunan massal yang terjadi di SMAN 1 Tukdana.
Sementara itu, aktivitas memasak di SPPG Kerticala II dihentikan sementara selama proses investigasi berlangsung.
Pemeriksaan dan uji laboratorium menjadi langkah penting untuk memastikan apakah menu ayam tepung berkaitan dengan keluhan kesehatan yang dialami para siswa atau terdapat faktor lain yang menjadi penyebab.
Hingga hasil laboratorium keluar, penyebab pasti dugaan keracunan terhadap 143 siswa SMAN 1 Tukdana masih dalam proses penyelidikan.
(Triyanto)












