SUBANG-JABAR || ONTV.CO.ID — Kisah memilukan datang dari Dusun Bojong, Desa Cilamaya Girang, Kecamatan Blanakan. Seorang remaja perempuan bernama Silpa Intan Ayu (17) mengalami gejala depresi berat setelah terpaksa berhenti sekolah akibat keterbatasan ekonomi dan kondisi keluarga yang tidak mendukung.
Silpa tinggal bersama sang kakek, Achmadi (68), yang sudah lanjut usia dan tidak memiliki pekerjaan. Kedua orang tuanya telah bercerai dan menjalani kehidupan masing-masing, meninggalkan Silpa dalam pengasuhan tunggal sang kakek. Sementara neneknya yang selama ini merawatnya telah meninggal dunia empat tahun lalu.
Awalnya, Silpa bersekolah di SMK Domas. Namun karena keterbatasan biaya dan kebutuhan harian yang tidak terpenuhi, ia terpaksa menghentikan pendidikannya. Kondisi semakin memburuk ketika motor dan ponsel yang dipinjamkan oleh uwanya diambil kembali, membuat Silpa kehilangan akses transportasi dan komunikasi serta semakin terisolasi.
Gejala Depresi dan Penanganan Awal
Gejala depresi mulai muncul sekitar tiga minggu lalu, ditandai dengan perilaku melamun dan menarik diri. Karena rumah Silpa berdekatan dengan Kali Cilamaya, Kepala Dusun Krajan, Wahyu, sempat mengevakuasi Silpa ke rumahnya selama empat hari untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Silpa kemudian dibawa ke Puskesmas Cilamaya Girang dan diberikan obat penenang sebagai penanganan awal oleh tim medis ODGJ yang diwakili oleh Kartini. Melihat kondisi yang belum membaik, Pemerintah Desa Cilamaya Girang, Puskesmas Cilamaya Girang, dan Kecamatan Blanakan mengambil langkah lanjutan dengan membawa Silpa ke RS PMC Pamanukan untuk pemeriksaan oleh dokter spesialis kejiwaan.
Upaya Pemulihan dan Harapan untuk Kembali Sekolah
Turut hadir dalam kunjungan tersebut, Ahmad Goen dari Kesos Kecamatan Blanakan, atas instruksi langsung dari Camat Blanakan, Cucu Wahyu, S.Pd., M.Si. Selain fokus pada pemulihan mental, Pemdes Cilamaya Girang juga tengah mengupayakan solusi agar Silpa dapat kembali bersekolah tanpa terbebani oleh kebutuhan sehari-hari.
Dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat membuka jalan bagi Silpa untuk melanjutkan pendidikan dan membangun masa depan yang lebih baik.
(Bebeng)










