JAKARTA || ONTV.CO.ID — Hujan deras yang mengguyur wilayah DKI Jakarta sejak Sabtu malam hingga Minggu (6/7/2025) pagi menyebabkan banjir di berbagai titik ibu kota. Sejumlah ruas jalan utama terendam, mengakibatkan kemacetan parah dan terganggunya aktivitas warga.
Berdasarkan laporan dari akun resmi @TMCPoldaMetro dan keterangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, berikut beberapa ruas jalan yang terdampak:
- Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat: Genangan setinggi 30–40 cm di depan Samsat dan Victoria. Hanya lajur kanan yang dapat dilalui kendaraan.
- Jalan DI Panjaitan, Cawang, Jakarta Timur: Terendam hingga 50 cm di depan Kementerian Pertahanan. Kendaraan tidak dapat melintas.
- Terowongan Cawang arah Tol Wiyoto Wiyono: Genangan 30 cm menyebabkan lalu lintas padat, hanya satu lajur yang bisa dilalui.
- Tol Cawang KM 00–200 arah Jatibening: Genangan 30 cm, hanya dua lajur yang dapat digunakan.
- Jalan Benda Bawah, Cipete, Jakarta Selatan: Genangan mencapai 60 cm, membuat jalan tidak bisa dilalui.
- Jalan Meruya Selatan, Jakarta Barat: Genangan 35–40 cm masih bertahan hingga malam hari.
Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menyatakan bahwa hingga pukul 18.00 WIB, terdapat 53 Rukun Tetangga (RT) yang terendam banjir, dengan ketinggian air di beberapa titik mencapai 2,7 meter.
“Kami mengerahkan personel bersama dinas terkait untuk penyedotan air dan pemulihan kondisi. Targetnya, genangan bisa surut dalam waktu cepat,” ujar Yohan dalam keterangannya.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan bahwa banjir kali ini merupakan banjir kiriman dari wilayah hulu.
“Memang banjir yang terjadi hari ini adalah banjir kiriman yang paling utama, karena curah hujan yang cukup tinggi di atas 200 liter,” ungkapnya.
Pihak kepolisian juga turut membantu pengaturan lalu lintas di titik-titik genangan. Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin, menyebutkan bahwa genangan di Tol Japek KM 200 dan Kolong BNN Cawang cukup menghambat laju kendaraan.
“Kami harus masuk ke dalam air untuk meyakinkan pengendara bahwa jalur bisa dilintasi,” ujarnya.
BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan segera menghubungi layanan darurat 112 jika mengalami kondisi darurat.***












