BOGOR || ONTV.CO.ID – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bogor sejak Sabtu (5/7/2025) memicu bencana banjir dan longsor di sejumlah titik rawan seperti Megamendung, Cisarua, Tamansari, dan Ciomas. Sejumlah warga dilaporkan terdampak, termasuk seorang santri yang tertimbun longsor di Kampung Rawa Sedek, Megamendung.
Banjir juga menyebabkan kemacetan parah di jalur Puncak dan menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Bahkan, puluhan orang yang sedang melakukan aktivitas trekking sempat terjebak di kawasan Babakanmadang.
Apa Penyebabnya?
Menurut Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, penyebab utama bencana ini adalah alih fungsi lahan secara masif di kawasan Puncak. Area resapan air yang dulunya berupa hutan dan kebun kini berubah menjadi permukiman dan bangunan komersial.
“Setiap terjadi bencana, bukan hanya di Puncak Bogor, tapi juga di seluruh Indonesia, banjir dan tanah longsor banyak terjadi akibat alih fungsi lahan,” tegas Suharyanto, dikutip dari BeritaSatu.
Selain itu, buruknya sistem drainase dan pembangunan tanpa perencanaan tata ruang yang memadai memperparah kondisi saat curah hujan tinggi. Sungai-sungai kecil meluap, membawa material lumpur dan kayu ke permukiman warga.
Dampak Sementara:
- 1 orang meninggal dunia akibat longsor di Megamendung
- 20 orang sempat terjebak saat trekking di alam bebas
- Puluhan rumah terdampak banjir dan longsor
- Akses jalan terputus di beberapa titik, termasuk Gang Oding dan Gang Efrah, Tamansari.
Pemerintah Kabupaten Bogor bersama BPBD telah menurunkan Tim Reaksi Cepat untuk evakuasi dan pendataan. Warga diimbau tetap waspada dan menghindari daerah rawan longsor selama cuaca ekstrem berlangsung.***












