SUBANG || ONTV.CO.ID — Koperasi Perikanan Laut (KPL) Mina Bahari Muara Ciasem yang menaungi 190 nelayan lokal menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2024 pada Selasa (6/5/2025) di Aula KPL Mina Bahari Muara Ciasem, Desa Muara, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Dalam rapat tersebut, para nelayan menyoroti masalah pendangkalan dan sedimentasi di muara sungai yang menyulitkan kapal besar bersandar dan menjual hasil tangkapan.
Anggota KPL Mina Bahari Muara Ciasem memiliki berbagai jenis kapal, mulai dari kapal kursin berukuran 9-40 GT sebanyak 17 unit, hingga kapal berukuran di bawah 8 GT dengan berbagai jenis seperti payang (17 unit), koncong (25 unit), dan rampus (80 unit), yang semuanya dioperasikan oleh nelayan harian.
Pendangkalan muara sungai akibat sedimentasi pasir menyebabkan kapal berukuran 45 GT atau lebih lebih, kandas saat memasuki muara. Ketua KPL Mina Bahari Muara Ciasem, Ade Kardi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah meminta intervensi pemerintah untuk menangani masalah tersebut.
“Kami sudah melayangkan surat ke Dinas PUPR untuk meminta normalisasi,” ujarnya.
Para nelayan berharap ada solusi cepat untuk mengatasi pendangkalan, mengingat saat ini kondisi iklim relatif baik pada bulan April hingga Juli. Namun, mereka mengingatkan bahwa angin timur biasanya hadir pada Agustus dan angin barat berlangsung dari Desember hingga Maret, yang dapat memperburuk tantangan bagi para nelayan.(Ns)












