BeritaDaerah

KPL Mina Bahari Muara Ciasem Gelar RAT 2024, Bahas Penurunan Pendapatan dan Permasalahan SPBN

×

KPL Mina Bahari Muara Ciasem Gelar RAT 2024, Bahas Penurunan Pendapatan dan Permasalahan SPBN

Sebarkan artikel ini

SUBANG || ONTV.CO.ID – Koperasi Perikanan Laut (KPL) Mina Bahari Muara Ciasem menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2024 pada Selasa (6/5/2025) di Aula KPL Mina Bahari Muara Ciasem, Desa Muara, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Dalam forum tersebut, Ketua KPL Mina Bahari Ade Kardi menyampaikan laporan pertanggungjawaban serta program kerja yang telah dilaksanakan sepanjang tahun 2024.

Secara keseluruhan pendapatan KPL Mina Bahari Muara Ciasem tahun 2024 mengalami penurunan akibat cuaca ekstrim yang berkepanjangan. Baru setelah memasuki bulan November 2024 hingga saat ini mulai ada peningkatan.

ONTV - Gerbang Informasi Nusantara

“Dalam kurun waktu 4 setengah bulan, mulai November hingga Maret, kami memperoleh keuntungan sebesar 8,6% atau Rp1,2 miliar, lebih besar dibandingkan tahun 2023,” ungkap Ade Kardi.

Selain capaian keuntungan, ia juga menyoroti berbagai program yang telah dijalankan, termasuk penerbitan 116 sertifikat nelayan serta penyediaan BPJS Ketenagakerjaan untuk 173 nelayan dan Anak Buah Kapal (ABK).

“Sertifikat nelayan dan BPJS Ketenagakerjaan bukan hanya untuk pemilik kapal saja, tetapi juga untuk para ABK,” ujarnya.

Namun, RAT kali ini juga menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi koperasi, termasuk masalah pendangkalan dan sedimentasi di muara sungai, yang menyulitkan kapal besar untuk bersandar dan menjual hasil tangkapan.

“Kami sudah melayangkan surat ke Dinas PUPR untuk meminta normalisasi,” jelasnya.

Menanggapi pertanyaan anggota terkait Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), Ade Kardi mengungkapkan adanya kendala serius yang tengah diupayakan penyelesaiannya.

“Permasalahan SPBN terjadi karena kas SPBN ada di salah satu oknum pegawai,” tegasnya.

Pihak koperasi telah memanggil yang bersangkutan sebanyak tiga kali, namun tidak pernah datang. Bahkan, sudah dilakukan mediasi di Kantor Desa Muara, tetapi belum ada penyelesaian terkait kas SPBN dan iuran BPJS Ketenagakerjaan yang tidak disetorkan.

“Saat mediasi di Polsek Blanakan, yang bersangkutan hanya membayar tunggakan BPJS Ketenagakerjaan, sedangkan untuk kas SPBN belum diselesaikan,” tukasnya.

Bahkan, pihak koperasi telah membawa permasalahan ini hingga tingkat Polres, namun belum ada penyelesaian pembayaran atas kas SPBN yang mencapai Rp313 juta.

“Berdasarkan kesepakatan, KPL Mina Bahari Muara Ciasem akan membawa permasalahan ini hingga ke pengadilan,” ucapnya.

Anggota KPL Mina Bahari Muara Ciasem menyambut baik langkah yang diambil dan berharap SPBN dapat segera kembali beroperasi.(Bebeng/NS)

ONTV - Gerbang Informasi Nusantara
ONTV - Gerbang Informasi Nusantara
ONTV - Gerbang Informasi Nusantara

Tinggalkan Balasan