EDUKASI || ONTV.CO.ID – Kasus terbaru terkait modus penipuan pembaruan data Taspen terjadi di Magetan, Jawa Timur. Seorang pensiunan PNS bernama Sunarti kehilangan Rp 105 juta setelah tertipu oleh seseorang yang mengaku sebagai petugas Taspen
Modus penipuan melalui telepon yang mengatasnamakan bank untuk meminta pembaruan data pribadi semakin marak.
Berikut beberapa cara yang sering digunakan oleh pelaku:
Modus yang Perlu Diwaspadai
- Phishing via Telepon (Vishing):Penipu berpura-pura sebagai petugas bank dan meminta informasi pribadi seperti nomor rekening, PIN, atau kode OTP dengan alasan pembaruan data.
- Penipuan Hadiah atau Promo: Pelaku mengklaim bahwa Anda memenangkan hadiah dari bank dan meminta data pribadi untuk “verifikasi” sebelum hadiah dikirim
- Ancaman Keamanan Akun: Penipu mengaku bahwa akun Anda mengalami masalah atau ada transaksi mencurigakan, lalu meminta Anda memberikan informasi pribadi untuk “mengamankan” akun.
- Situs Palsu: Setelah menelepon, pelaku bisa mengirimkan tautan ke situs palsu yang menyerupai situs resmi bank untuk mencuri data Anda
Cara Menghindari Penipuan
- Jangan pernah memberikan informasi pribadi melalui telepon, terutama jika Anda tidak menghubungi bank terlebih dahulu.
- Periksa nomor telepon yang menghubungi Anda. Bank biasanya menggunakan nomor resmi, bukan nomor pribadi atau tidak dikenal.
- Jika ragu, segera hubungi layanan pelanggan resmi bank melalui nomor yang tertera di situs web mereka.
- Jangan klik tautan yang dikirim melalui SMS atau email tanpa memastikan keasliannya.
Jika Anda pernah mengalami modus seperti ini, segera laporkan ke pihak berwenang atau bank terkait.***.












