AGAM-SUMBAR || ONTV.CO.ID – Di tengah sejuknya udara pegunungan Agam, semangat baru menguar dari lereng Malalak. Sepuluh kelompok tani di kecamatan ini kembali mendapat suntikan harapan dalam bentuk yang sangat nyata: 30.000 batang bibit kayu manis dan 60 ton pupuk organik.
Langkah ini merupakan bagian dari program Sosialisasi Pengembangan Tanaman Rempah Komoditi Kayu Manis Tahun 2025 yang digagas oleh Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (3/7) tersebut bukan sekadar sosialisasi biasa, melainkan bentuk konkret dorongan pemerintah terhadap potensi rempah lokal sebagai penggerak ekonomi nasional.
Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat dari Fraksi PKS, Rafdinal, hadir dan menyampaikan langsung komitmennya melalui pokok-pokok pikiran yang difokuskan untuk petani.
“Kami berkomitmen mendukung kebutuhan petani, khususnya dalam penyediaan bibit unggul di Kabupaten Agam,” ujarnya dengan tegas di hadapan para peserta.
Tak hanya menyentuh sisi produksi, program ini menyoroti pentingnya memperkuat rantai nilai rempah-rempah dari hulu ke hilir. Kayu manis, yang selama ini hanya dikenal sebagai penambah rasa dalam masakan dan minuman, kini dilihat sebagai komoditas unggulan yang berpotensi menembus pasar ekspor.
Langkah bantuan bibit dan pupuk ini dijadwalkan akan direalisasikan pada Oktober mendatang. Jika dikelola dengan baik, Malalak bisa menjadi simpul rempah baru yang mengangkat pamor Sumatera Barat dalam peta perdagangan rempah dunia.
Di tengah globalisasi dan perubahan iklim yang menekan sektor pangan, program ini seolah menegaskan satu hal: dari tanah Malalak yang sederhana, aroma harum kayu manis bisa menjadi penanda kebangkitan ekonomi petani lokal.
(Citra Yofvie Ardina)












