INTERNASIONAL || ONTV.CO.ID – Dua pabrik militer Israel dilaporkan lumpuh total setelah diserang kelompok peretas pro-Palestina bernama Cyber Support Front (CSF). Serangan siber yang terjadi pada Jumat, 4 Juli 2025, ini berhasil mencuri lebih dari 6 terabita data sensitif dan menghentikan seluruh lini produksi di fasilitas militer tersebut.
Menurut laporan SerambiNews, serangan ini menargetkan dua pabrik pembuat komponen senjata strategis di wilayah pendudukan. CSF menyebut aksinya sebagai bentuk balasan atas agresi militer Israel di Gaza, dan memperingatkan akan ada gelombang serangan lanjutan terhadap industri pertahanan Zionis.
“Semua entitas yang terlibat dalam produksi alat perang untuk rezim Zionis adalah target sah dalam perang siber,” tegas CSF dalam pernyataan resminya.
Data yang dibocorkan mengungkap kolaborasi antara perusahaan-perusahaan dari Amerika Serikat dan Eropa dengan industri militer Israel. Dugaan kuat menyebut kerja sama ini terkait produksi senjata pemusnah massal yang digunakan dalam konflik di Gaza.
Lebih lanjut, dokumen yang dirilis CSF memuat informasi tentang dua sistem militer canggih Israel:
- HattoriX: sistem pengintaian dan akuisisi target berbasis darat untuk serangan presisi jarak jauh.
- SPIKE-LR2: rudal berpemandu generasi kelima yang digunakan dalam konflik di Gaza, Lebanon, dan Iran.
Kedua sistem tersebut dikembangkan oleh perusahaan CR Casting/EXACT berdasarkan kontrak dari Rafael dan Elbit Systems—dua raksasa industri pertahanan Israel.
Analis keamanan regional memperingatkan bahwa serangan ini menunjukkan kerentanan serius dalam infrastruktur siber Israel. Gangguan terhadap sistem produksi dan kebocoran data strategis diperkirakan akan berdampak pada kesiapan militer jangka panjang.***












