SUMBAWA BARAT-NTB || ONTV.CO.ID – Dukungan terhadap pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa (PPS) semakin menguat di berbagai lapisan masyarakat. Dalam sebuah acara syukuran yang digelar di Desa Beru, Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat, diskusi mengenai pemekaran provinsi menjadi topik utama yang menarik perhatian warga.
Salah satu tokoh agama, Sahedun, S.Pd, membuka pembicaraan mengenai lokasi ibu kota provinsi dan penentuan kantor Gubernur PPS. Ia menegaskan bahwa pemekaran ini akan segera terwujud, memisahkan Pulau Sumbawa dari provinsi induk, Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Kita sudah lama menantikan pemekaran ini. Insyaallah sebentar lagi PPS akan berdiri, dan kantor Gubernur harus berada di Kabupaten Sumbawa,” ujarnya dalam diskusi yang berlangsung hangat.(3/5/2025)
Gelombang dukungan semakin masif dari masyarakat Pulau Sumbawa yang terdiri dari empat kabupaten dan satu kota madya. Meski menghadapi berbagai tantangan dan manuver politik dari pihak yang menolak penempatan ibu kota provinsi di Kabupaten Sumbawa, warga tetap optimis dan berharap dukungan dari semua pihak agar PPS dapat terwujud dengan ibu kota di antara Kecamatan Empang dan Kecamatan Plampang.
Dalam diskusi tersebut, seorang warga bernama Haryono mempertanyakan alasan pemilihan Kabupaten Sumbawa sebagai ibu kota provinsi. Menanggapi hal itu, Sahedun menjelaskan bahwa secara geografis, lokasi tersebut sangat strategis.
“Jarak tempuh antara Kabupaten Bima dan Kabupaten Sumbawa Barat hampir sama. Ini memastikan tidak ada kecemburuan antar daerah, dan akses ke pusat pemerintahan akan mudah bagi semua warga,” terangnya.
Masyarakat berharap agar Presiden Prabowo Subianto, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, serta para wakil rakyat dari daerah pemilihan Pulau Sumbawa, baik di MPR, DPD RI, maupun DPR RI, dapat mendengar dan memperjuangkan aspirasi mereka.
“Kami ingin para pemimpin mendengar suara rakyat. PPS sudah menjadi kebutuhan, dan ibu kota provinsi harus ada di Sumbawa,” tegas salah seorang warga.
Senada dengan hal tersebut, Arif Jayadi, salah satu tokoh masyarakat, mengajak seluruh warga Pulau Sumbawa untuk bersatu dan mengesampingkan ego masing-masing demi mewujudkan cita-cita bersama.
“Jangan kita sibuk mempertahankan wilayah kita masing-masing. Yang kita butuhkan adalah fakta dan realita bahwa Kabupaten Sumbawa adalah lokasi terbaik untuk ibu kota provinsi,” katanya dalam diskusi.
Masyarakat juga menyatakan dukungan penuh terhadap Komite Perjuangan Pemekaran Provinsi Pulau Sumbawa (KP3S) dan berharap pemekaran dapat terwujud sebelum akhir tahun 2025.
“Ini harga mati! Kami tidak ingin ibu kota provinsi jatuh ke wilayah lain. PPS harus berdiri sesuai aspirasi rakyat,” pungkas Arif Jayadi.(Biro KSB)












