BeritaDaerahSaran Prasarana

Inovasi Tanpa Konflik: Teknologi Air Bersih SWRO Jadi Harapan Baru Warga Jerowaru Selatan

×

Inovasi Tanpa Konflik: Teknologi Air Bersih SWRO Jadi Harapan Baru Warga Jerowaru Selatan

Sebarkan artikel ini

LOMBOK TIMUR-NTB || ONTV.CO.ID — Krisis air bersih yang bertahun-tahun membayangi wilayah selatan Kecamatan Jerowaru, kini menemukan secercah harapan melalui penerapan teknologi pengolahan air laut berbasis Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) dengan sistem Integrated Clean Water Management Ecosystem (ICME).

Program ini digagas oleh PT. Karya Mandiri Multi Investama (KMMI) sebagai solusi berkelanjutan yang tidak menimbulkan konflik sumber daya—sebuah pendekatan baru dalam pembangunan infrastruktur air bersih di daerah rawan kekeringan.

ONTV - Gerbang Informasi Nusantara

“Program ini mengolah air laut menjadi air layak konsumsi tanpa menyentuh sumber air tanah warga, sehingga tidak menimbulkan konflik sebagaimana yang terjadi pada proyek-proyek sebelumnya,” ujar Dedy Aris Sandi, Business Development PT. KMMI, saat dihubungi, Rabu (2/7).

Krisis yang Membebani

Setiap musim kemarau, warga Jerowaru Selatan harus merogoh kocek hingga Rp100.000–Rp350.000 per tangki air demi memenuhi kebutuhan harian. Banyak dari mereka bahkan harus meminjam uang untuk membeli air bersih, sementara akses ke sumber mata air alami semakin jauh dan kualitasnya tidak memadai untuk dikonsumsi.

Rahnan, warga Dusun Saung, mengungkapkan kegelisahan masyarakat,

“Setiap minggu kami beli air mahal, kadang sampai pinjam uang. Harapan kami, program ini bisa segera terwujud karena kami sudah terlalu lama hidup dalam kesulitan air.”

Dukungan Akademik dan Proses Resmi KPBU

Proyek ICME ini telah melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) sejak 2022 di masa kepemimpinan Bupati Sukiman Azmy. PT. KMMI sebagai pemrakarsa proyek telah melakukan konsultasi dan koordinasi lintas instansi, termasuk Dinas Tata Ruang, Dinas Kelautan, Dinas Perikanan Provinsi NTB, dan akademisi dari Universitas Mataram yang melakukan studi lokasi.

Hasil studi menyatakan Dusun Saung, Desa Wakan, sebagai lokasi ideal bagi instalasi teknologi tersebut.

Yang menonjol, proyek ini tidak membebani APBD karena dibiayai sepenuhnya oleh investasi swasta. Ini menjadi contoh pembangunan cerdas di tengah keterbatasan fiskal daerah.

Dampak Pembangunan: Dari Air untuk Masa Depan

Jika berhasil, kehadiran air bersih akan menjadi fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan Jerowaru Selatan. Selain meningkatkan kesehatan dan mengurangi beban ekonomi rumah tangga, kehadiran layanan dasar ini juga diproyeksikan menarik minat investasi di sektor pariwisata, infrastruktur penunjang, hingga penciptaan lapangan kerja baru.

“Ini bukan sekadar proyek air bersih, tapi transformasi kehidupan masyarakat secara menyeluruh,” tutur Dedy.

Dengan semangat kolaborasi dan teknologi berkelanjutan, Jerowaru Selatan berpeluang meninggalkan label “wilayah tertinggal” dan menjadi contoh pembangunan berbasis kebutuhan rakyat.

(den)

ONTV - Gerbang Informasi Nusantara
ONTV - Gerbang Informasi Nusantara
ONTV - Gerbang Informasi Nusantara

Tinggalkan Balasan