SUMBAWA BARAT-NTB || ONTV.CO.ID — Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sumbawa Barat menggelar aksi damai di Kota Taliwang. Aksi ini dipimpin langsung oleh Koordinator Umum, Indra Dwi Hefriansyah, dengan titik kumpul di Alun-Alun Kota Taliwang sebelum bergerak menuju Kantor DPRD dan Mapolres Sumbawa Barat.
9 Tuntutan Mahasiswa: Dari Nasional hingga Lokal
Dalam orasinya, HMI menyuarakan sembilan tuntutan yang mencakup isu nasional dan lokal, di antaranya:
- Penolakan kenaikan tunjangan DPR RI
- Desakan pencopotan Kapolri dan Kapolda Metro Jaya
- Evaluasi kinerja aparat kepolisian
- Pembahasan RUU Perampasan Aset
- Peninjauan ulang kebijakan mutasi ASN dan PTT daerah
- Revisi Perda Pariwisata
- Penutupan tempat penjualan miras dan praktik prostitusi
- Penguatan sinergi pengawasan antara masyarakat dan aparat
- Transparansi kebijakan daerah yang bebas dari kepentingan politik
Respons Pemerintah Daerah dan DPRD
Setelah tiba di Kantor DPRD, massa aksi diterima langsung oleh Bupati Sumbawa Barat, Ketua DPRD, dan jajaran anggota dewan. Dalam sambutannya, Bupati menyatakan komitmennya untuk menampung seluruh aspirasi mahasiswa dan meneruskannya ke Pemerintah Pusat.
Tanggapan Kapolres dan Dandim 1628
Di Mapolres, mahasiswa disambut oleh Kapolres Sumbawa Barat dan Dandim 1628 dalam pertemuan terbuka. Kapolres menegaskan bahwa dugaan tindakan represif aparat di Jakarta telah ditangani oleh Propam Mabes Polri. Ia juga menyampaikan bahwa razia miras dan narkoba telah dilakukan bersama BNN, dan akan terus digelar secara berkala di wilayah Taliwang dan Maluk.
Terkait Perda Pariwisata, Kapolres menyebutkan bahwa proses pembahasan dan pencabutan telah dilakukan bersama DPRD dan Bupati. Ia mengajak mahasiswa, TNI, kepolisian, dan pemerintah daerah untuk bersinergi dalam pengawasan dan penindakan bersama.
Aksi Damai Sebagai Contoh Gerakan Kritis Mahasiswa
Aksi damai ini menjadi catatan penting bagi gerakan mahasiswa daerah lainnya. HMI Sumbawa Barat menunjukkan peran strategis mahasiswa sebagai penjaga nurani rakyat yang kritis, independen, dan konstruktif dalam mengawal kebijakan publik.
“Kami harap sinergi antara mahasiswa, DPRD, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum terus terjalin demi kepentingan masyarakat luas,” tegas Kapolres Sumbawa Barat.
Aksi damai yang digelar oleh HMI Cabang Sumbawa Barat bukan sekadar demonstrasi, melainkan wujud nyata partisipasi aktif mahasiswa dalam mengawal kebijakan publik. Dengan menyuarakan tuntutan secara terbuka dan konstruktif, mereka menunjukkan bahwa gerakan mahasiswa tetap relevan sebagai kekuatan moral dan sosial di tengah dinamika politik dan pemerintahan.
Respons terbuka dari DPRD, Bupati, dan Kapolres menunjukkan bahwa ruang dialog antara masyarakat dan pemerintah masih terbuka lebar. Sinergi ini menjadi fondasi penting bagi terciptanya tata kelola daerah yang transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan rakyat.
Gerakan ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa di daerah lain untuk terus menjaga idealisme, memperkuat solidaritas, dan memperjuangkan perubahan melalui cara-cara damai dan bermartabat.
(Barsa-NTB)












