LAMPUNG BARAT II ONTV.CO.ID — Program bantuan seragam gratis Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menjadi angin segar bagi para pelajar dan orang tua di Kecamatan Sekincau. Sebanyak 766 seragam sekolah gratis dibagikan Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, di SMPN 1 Sekincau, Kamis (10/9/2026).
Pembagian seragam tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah meringankan beban keluarga sekaligus memastikan tidak ada perbedaan di lingkungan sekolah hanya karena kondisi ekonomi.
“Ini adalah anugerah bagi kami, Pak Bupati. Sekarang anak-anak sekolah tidak ada lagi perbedaan antara anak orang kaya dan si miskin karena mereka sama memiliki seragam yang baru saat masuk sekolah,” kata Amad Ansori, perwakilan wali murid Sekincau.
Bagi masyarakat Sekincau yang mayoritas bekerja sebagai petani dan buruh, bantuan tersebut dinilai sangat membantu memenuhi kebutuhan anak pada awal tahun ajaran. Orang tua tidak lagi harus berutang atau menunda kebutuhan lain untuk membeli seragam sekolah.
Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus mengatakan, program seragam gratis tersebut dipadukan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah pusat. Menurutnya, kedua program tersebut diharapkan dapat menghilangkan alasan anak tidak bersekolah, baik karena keterbatasan ekonomi maupun rasa malu.
“Harapan Pak Bupati, dengan adanya program bantuan seragam gratis ini tidak ada lagi alasan anak putus sekolah. Kemudian kedua, tidak lagi ada alasan anak kok malu berangkat ke sekolah. Kenapa? Sekarang seragamnya baru, sudah itu di sekolah juga kasih makan,” ujar Parosil.
Parosil menggambarkan kondisi yang pernah dialami sebagian keluarga ketika kebutuhan seragam sekolah sulit dipenuhi karena keterbatasan biaya. Bahkan, ada siswa yang tetap bersekolah dengan pakaian yang sudah rusak.
“Kalau dulu sekolah celananya di sini sobek ditempel Hansaplast. Di sini sobek lagi sebelah sini tempelkan. Sekarang enak, anakku semua batiknya sudah ada, putih birunya sudah ada, pramukanya sudah ada. Tinggal tugas bapak ibunya sepatu dan tasnya,” tegasnya.
Selain persoalan seragam, Parosil juga menyinggung kebutuhan uang jajan siswa yang selama ini menjadi salah satu alasan anak enggan berangkat sekolah.
“Kalau kemarin mungkin malu enggak berangkat sekolah karena enggak ada uang jajan. Sekarang apalagi yang mau dijajanin. Sudah ada nasi, sudah ada ayam, sudah ada jeruk. Lengkap di Makan Bergizi Gratis,” lanjutnya.
Sekolah Diminta Tidak Menambah Beban Orang Tua
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Lampung Barat meminta pihak sekolah memastikan program bantuan seragam gratis benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia juga mengingatkan kepala sekolah, guru, serta komite agar tidak menambah beban orang tua setelah pemerintah memberikan bantuan seragam.
“Saya sampaikan di hadapan kepala sekolah, para guru dan para komite agar program ini tepat sasaran, tepat manfaat, tepat mutu dan bisa meringankan orang tua. Jangan lagi banyak beban-beban yang lain,” kata Parosil.
Parosil juga menyoroti kebiasaan sejumlah sekolah yang masih mengumpulkan komite untuk pengadaan kaos olahraga dan atribut lainnya.
“Masih ada sekolah ini yang ngumpulkan komite untuk dana membeli kaos olahraga. Silakan, saya tidak melarang. Tapi kalau menurut Pak Bupati, biarkanlah bebas mereka memakai baju apa saja,” ujarnya.
Menurut Parosil, hal-hal kecil semacam itu justru dapat mengurangi manfaat dari program seragam gratis yang telah diberikan pemerintah.
“Jangan sampai ada orang tuanya ngomong, enggak ada gunanya seragam gratis tiga setel dari Pak Bupati, buktinya kita masih iuran juga beli baju olahraga. Hal ini jangan sampai terjadi,” pungkasnya. {*}












