LAMPUNG UTARA II ONTV CO.ID — Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi berbasis big data menjadi perhatian Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan dan penanganan bencana alam oleh Polri.
Hal tersebut menjadi fokus dalam kegiatan Penelitian dan Supervisi STIK Lemdiklat Polri yang dipusatkan di Aula Rekonfu Polres Lampung Utara, Selasa (8/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti jajaran Polres Lampung Utara, Polres Way Kanan dan Polres Lampung Barat. Penelitian juga melibatkan sejumlah unsur terkait, di antaranya BPBD, Damkar, Kesbangpol, tokoh masyarakat, warga terdampak bencana serta relawan kebencanaan.
Tim penelitian dipimpin KOMBESPOL Firdaus Wulanto, S.I.K., selaku Kabagjiantekpol Bid PPITK STIK Lemdiklat Polri.
Dalam kegiatan tersebut, tim menggali berbagai informasi melalui Focus Group Discussion (FGD), penyebaran kuesioner, pengumpulan dokumen serta data mengenai kejadian dan penanganan bencana alam.
Polres Lampung Utara Tekankan Pentingnya Data Faktual
Kapolres Lampung Utara AKBP Raswidiati Anggraini, S.I.K., melalui Kasi Humas IPTU Herawati, mengatakan penelitian tersebut memiliki arti penting bagi Polri, khususnya dalam menghadapi potensi bencana di wilayah Lampung Utara.
«“Kegiatan ini sangat krusial karena wilayah Lampung Utara juga memiliki potensi kerawanan bencana alam. Karena itu, kami membutuhkan data yang benar-benar riil, faktual dan sesuai dengan kondisi di lapangan,” kata IPTU Herawati, menyampaikan arahan Kapolres.»
Menurutnya, akurasi data menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan langkah penanganan bencana secara cepat dan tepat.
Ia meminta seluruh pihak menyampaikan kondisi di lapangan secara terbuka, termasuk berbagai kendala, kekurangan maupun kesulitan yang dihadapi personel dalam menjalankan tugas.
«“Jangan sampai data yang disampaikan tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Apa yang menjadi kendala, kekurangan maupun kesulitan personel di lapangan harus disampaikan apa adanya. Dengan begitu, hasil penelitian ini benar-benar dapat menjadi bahan evaluasi dan solusi,” ujarnya.»
IPTU Herawati menambahkan, hasil penelitian diharapkan tidak berhenti pada pengumpulan data semata, tetapi dapat memberikan manfaat nyata dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian.
«“Harapannya, hasil akhir penelitian ini dapat menjadi bukti nyata dan memberikan dukungan terhadap pelaksanaan tugas Polri, terutama dalam meningkatkan kesiapsiagaan, kecepatan respons dan koordinasi ketika terjadi bencana alam,” jelasnya.»
STIK Polri Gali Kendala Penanganan Bencana
Sementara itu, Ketua Tim Penelitian STIK Lemdiklat Polri KOMBESPOL Firdaus Wulanto, S.I.K., menegaskan bahwa pihaknya membutuhkan informasi objektif dari seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana.
Menurut Firdaus, pengalaman serta berbagai kendala yang ditemukan secara langsung di lapangan menjadi bagian penting dalam penelitian tersebut.
«“Kami ingin mendapatkan data yang benar-benar ril apa adanya. Berbagai kendala dan kesulitan yang selama ini dihadapi di lapangan perlu disampaikan. Dari situ kita bersama-sama mencari solusi dan jalan keluar,” ujar Firdaus.»
Penelitian tersebut tidak hanya menggali aspek teknologi, tetapi juga mencakup kondisi geografis, karakteristik masyarakat, riwayat kejadian bencana, perilaku masyarakat terhadap lingkungan, pola penanganan yang telah dilakukan serta kebutuhan dalam penanggulangan bencana.
Big Data Diharapkan Perkuat Respons Bencana
Pemanfaatan big data dalam penanganan bencana diharapkan dapat membantu Polri mengintegrasikan berbagai informasi kebencanaan secara lebih efektif.
Data tersebut nantinya dapat mendukung pemetaan wilayah rawan bencana, deteksi dini, koordinasi lintas instansi, pengambilan keputusan hingga peningkatan kecepatan respons terhadap masyarakat terdampak.
Dengan dukungan data yang akurat dan faktual, Polri diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan serta membangun pola penanganan bencana yang lebih terukur, cepat dan tepat sasaran.
Kegiatan penelitian dan supervisi berlangsung aman, tertib dan kondusif. Data yang diperoleh selanjutnya menjadi bahan analisis Tim STIK Lemdiklat Polri untuk menghasilkan rekomendasi yang dapat mendukung peningkatan kapasitas Polri dalam penanganan bencana alam. (*)












