LAMPUNG II ONTV.CO.ID — Komisi XII DPR RI bersama Pemerintah Provinsi Lampung dan para pemangku kepentingan sektor energi membahas pengawasan serta pengembangan energi di Provinsi Lampung dalam kunjungan kerja reses yang digelar di Hotel Radisson Lampung Kedaton, Jumat (20/2/2026).
Kunjungan kerja ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi pusat dan daerah dalam mendorong percepatan pengembangan energi, termasuk energi baru terbarukan (EBT) dan optimalisasi potensi minyak dan gas bumi (migas) di Lampung.
Dalam sambutannya, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa capaian bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) Lampung telah mencapai 36,32 persen. Angka tersebut dinilai melampaui target daerah dan menjadi indikator komitmen Lampung dalam mendukung transisi energi nasional menuju sumber energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
“Capaian ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak dalam mendorong pemanfaatan energi terbarukan di Lampung, sekaligus bentuk dukungan terhadap target bauran energi nasional,” ujar Gubernur.
Sementara itu, Komisi XII DPR RI menekankan pentingnya percepatan survei seismik 2D sebagai langkah konkret dalam mengidentifikasi dan mengoptimalkan potensi migas di wilayah Lampung. Survei tersebut dinilai krusial untuk meningkatkan daya tarik investasi sektor hulu migas serta memperkuat ketahanan energi nasional.
Pengawasan terhadap pengelolaan energi juga menjadi fokus pembahasan, guna memastikan tata kelola sektor energi berjalan transparan, akuntabel, dan berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.
Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku industri, diharapkan pengembangan sektor energi di Lampung dapat berjalan lebih optimal. Selain memperkuat ketahanan energi, langkah ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kunjungan kerja reses ini sekaligus menegaskan komitmen bersama dalam menjadikan Lampung sebagai salah satu daerah strategis dalam pengembangan energi nasional berbasis keberlanjutan.(*/51617).












