Karawang,ontv.co.id – Seolah tidak ada habisnya cerita duka para pahlawan devisa yang menjadi korban perbudakan dan penjualan manusia ( Human Traficking) oleh okum tak bertanggung jawab.
Kendat Pemerintah telah meng ultimatum larangan pemberangkatan Tenag Kerja Wanita/ Indonesia ( TKW/I) ke kawasan timur tengah melalui moratorium. Namun agen atau sponsor nakal tetap cari celah loloskan TKW demi mendulang rupiah.
Kabar tragis seorang gadis belia asal Desa Belendung, Kabupaten Karawang, Cartiyah ( 18 Tahun) diduga jadi korban perdagangan TKW ke timur tengah.
Terdengar dalam percakapan Voice Mail dengan awak media, Cartiyah mengungkapkan bahwa dirinya merasa di tipu agen yang memberangkatkanya.
” Awaln ya di janjikan untuk bekerja di Turki dengan Gaji 6 Juta, oleh seponsor bernama H.Maman, dan dibawa ke agen milik Andi di Jakarta diantarkan oleh H.Yati. Tapi sekarang saya kerja di Irak dengan gaji 4 Juta” Ungkap Cartiyah.
Dia (Cartiyah) juga mengaku merasa tersiksa bekerja di Irak dan ingin pulang, tapi dia khawatir keluarganya yang akan jadi korban oleh H.Maman.
“Saya tidak betah dan ingin pulang ke indonesia, tapi saya takut nanti keluarga saya jadi korban kemarahan H.Maman, disini saya merasa tersiksa pak” Keluhnya dengan nada memelas.
Pemberangkatan Cartiyah yang non prosudural, tanpa rekom dari Disnaker melalui PT abal abal, atau sponsor kaki lima terbilang cukup nekat. Begitupun dengan penempatan tidak sesuai dijanjikan ke timur tengah ternyata ke irak.
Usia Carrtiyah pun tergolong masih di bawah umur untuk jadi TKW yang seharusnya usia minimal 24 tahun.
Tindakan yang dilakukan sponsor dan agen pemberangkatan dapat di jerat dengan Undan Undang No 21 Tahun 2007 tentan tindak pidana perdagangan manusia dengan sanksi ancaman pidana yang cukup jelas dan tegas.(red)












