LAMPUNG UTARA II ONTV.CO.ID — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lampung Utara menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Membaca Nyaring bagi guru, pustakawan, penggiat literasi, dan orang tua pada Senin, 24 November 2025. Kegiatan yang dipusatkan di Gedung Perpustakaan dan Taman Olah Seni Kotabumi ini bertujuan memperkuat ekosistem literasi yang melibatkan keluarga, sekolah, serta komunitas.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Lampung Utara Dr. Ir. Hamartoni Ahadis, M.Si didampingi Bunda Literasi Lampung Utara drg. Meri Farida Hamartoni. Hadir pula Ketua I TP-PKK Betty Viviyanti, Kadis Kesehatan, Kadis PMD, Kadis Kominfo Gunaido Uthama, S.IP., M.H., Kadis PP dan PA, serta jajaran DWP Lampung Utara.
Membaca Nyaring Bentuk Interaksi Belajar yang Lebih Efektif
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa budaya membaca buku secara langsung tetap relevan di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Ia menyebut, metode membaca nyaring mampu menciptakan proses belajar yang lebih hidup dan interaktif sehingga memudahkan murid memahami isi bacaan secara lebih mendalam.
“Di era digital, kemampuan memahami bacaan tetap menjadi fondasi kecerdasan. Membaca nyaring dapat menumbuhkan ketertarikan anak terhadap buku dan memperkuat interaksi antara guru serta peserta didik,” ujarnya.
Bimtek Dua Hari, Hadirkan Narasumber Nasional
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menjelaskan bahwa bimtek ini dirancang untuk menghidupkan kembali budaya membaca melalui pendekatan reading aloud yang mudah diterapkan di lingkungan keluarga, sekolah, maupun komunitas. Kegiatan berlangsung selama dua hari dengan total 200 peserta, menghadirkan narasumber profesional Nellawatty Ningsih dan Irma Puspitasari.
Dipusatkannya kegiatan di Gedung Perpustakaan merupakan upaya mendekatkan layanan literasi kepada masyarakat sekaligus memperkuat fungsi perpustakaan sebagai pusat pembelajaran berbasis komunitas.
Bunda Literasi: Membaca Nyaring adalah Jembatan Emosi
Bunda Literasi Lampung Utara, drg. Meri Farida Hamartoni, menekankan bahwa membaca nyaring bukan sekadar teknik, tetapi juga membangun ikatan emosional antara pembaca dan pendengar. Ia berharap bimtek ini menjadi pemantik semangat literasi di sekolah, perpustakaan, komunitas, dan lingkungan keluarga.
“Ketika membaca dilakukan dengan ekspresi dan intonasi yang tepat, anak atau pendengar akan merasa terhubung. Inilah yang membuat membaca nyaring begitu berpengaruh,” ujarnya.
Tinjauan Lapangan Pastikan Kegiatan Berjalan Optimal
Usai pembukaan, Bunda Literasi bersama rombongan melakukan peninjauan ke dua titik pelaksanaan bimtek hari pertama, yaitu Gedung Perpustakaan dan Taman Olah Seni. Kunjungan ini untuk memastikan proses pelatihan berjalan optimal pada masing-masing kelompok peserta.(*)












