BeritaDaerahLingkungan

Camat Simpang Kanan: PT SKL Beri Manfaat Ekonomi, Komitmen Perbaikan Lingkungan

×

Camat Simpang Kanan: PT SKL Beri Manfaat Ekonomi, Komitmen Perbaikan Lingkungan

Sebarkan artikel ini

ROKAN HILIR-RIAU || ONTV.CO.ID — Dugaan pencemaran lingkungan di Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, sempat viral beberapa waktu lalu. Masyarakat melaporkan munculnya asap hitam dari cerobong pabrik serta banyaknya ikan mati di sungai yang diduga berasal dari limbah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Simpang Kanan Lestari (SKL). Kondisi ini sempat menimbulkan keresahan karena dikhawatirkan mengganggu kesehatan dan mata pencaharian warga.

Camat Simpang Kanan, Azhar, saat dikonfirmasi awak media, Jumat (12/9/2025), mengakui pihaknya menerima laporan warga terkait peristiwa tersebut. Ia menegaskan pemerintah kecamatan bersama instansi terkait tidak akan tinggal diam dalam menyikapi dugaan pencemaran itu.

ONTV - Gerbang Informasi Nusantara

“Memang ada keluhan dari masyarakat soal asap pabrik dan ikan mati di sungai. Namun kita tidak bisa serta-merta menutup pabrik karena keberadaannya juga memberi dampak positif, khususnya bagi petani sawit yang menjual hasil panennya ke perusahaan tersebut. Solusi terbaik adalah melakukan pembinaan terlebih dahulu agar aktivitas pabrik tidak merugikan masyarakat dan kondisi kembali normal,” ujar Azhar.

Azhar menambahkan, pembinaan dilakukan untuk mendorong manajemen PKS PT SKL memperbaiki kinerja serta memastikan pengelolaan limbah sesuai ketentuan. Ia berharap perusahaan segera melakukan peningkatan instalasi pengolahan limbah agar dampak negatif terhadap lingkungan bisa ditekan.

Selain aspek lingkungan, Azhar juga menyoroti kontribusi sosial PT SKL yang dinilai bermanfaat bagi masyarakat. “Perusahaan rutin membantu perbaikan jalan sehingga memudahkan transportasi hasil panen warga. Ini bentuk tanggung jawab sosial yang patut diapresiasi,” jelasnya.

Meski begitu, ia menegaskan kontribusi sosial tidak bisa menjadi alasan untuk membiarkan pencemaran terjadi. Pemerintah kecamatan akan terus mendorong keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan kelestarian lingkungan agar kedua aspek berjalan beriringan.

Sementara itu, Humas PT SKL, Turiadi, saat dihubungi media mengatakan pabrik telah kembali beroperasi setelah melakukan perbaikan.

“Kami baru saja menyelesaikan perbaikan. Saat ini pabrik kembali berjalan normal,” kata Turiadi.

Masyarakat berharap upaya pembinaan ini dapat menghasilkan perubahan nyata sehingga kegiatan industri tetap berjalan, namun lingkungan dan kesehatan warga tetap terjaga.

(Suroyo)

ONTV - Gerbang Informasi Nusantara
ONTV - Gerbang Informasi Nusantara
ONTV - Gerbang Informasi Nusantara

Tinggalkan Balasan