LOMBOK TIMUR-NTB || ONTV.CO.ID — Isu dugaan ancaman dengan senjata api yang sempat menghebohkan warga Tanjung Luar akhirnya terungkap. Berdasarkan hasil investigasi cepat oleh Polsek Kecamatan Keruak, benda yang diduga senjata api ternyata hanyalah korek api berbentuk pistol. Kejadian yang semula menimbulkan keresahan kini telah diselesaikan melalui mediasi tingkat desa, dengan kedua belah pihak sepakat berdamai.
Kapolsek Ruak, Iptu Zulkipli, S.H., menyampaikan bahwa tim langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Begitu kami mendapat informasi, tim segera turun ke lapangan. Setelah dilakukan pemeriksaan, benda yang dimaksud bukan senjata api, melainkan korek api berbentuk pistol,” jelas Iptu Zulkipli.
Kronologi Kejadian: Ketegangan di Kedai Kopi Pinggir Pantai
Kejadian bermula pada Sabtu, 16 Agustus 2025 pukul 01.00 WITA, saat seorang pedagang kopi bernama Sahbudi (26) bersama istri dan anaknya melayani pelanggan di kedai miliknya di pinggir pantai Tanjung Luar. Oknum staf desa berinisial AS, yang diduga dalam pengaruh minuman keras, merasa tersinggung oleh percakapan pelanggan dan mengeluarkan benda menyerupai senjata api, menodong Sahbudi dan para tamu.
Benda tersebut bahkan digunakan untuk memukul pintu kedai hingga berlubang, memicu kepanikan warga. Isu ini sempat memancing reaksi keras dari Ormas GANAS, yang mendesak aparat penegak hukum untuk mengambil tindakan tegas.
Mediasi Polsek Keruak: Warga Berdamai di Tingkat Desa
Sebagai tindak lanjut, Kanit Reskrim Polsek Keruak IPDA Muh. Pahrurrozi, S.H. bersama anggota Reskrim melaksanakan giat mediasi pada:
- Hari/Tanggal: Minggu, 17 Agustus 2025
- Waktu: 21.00 WITA – selesai
- Tempat: Kantor Desa Tanjung Luar
Mediasi dihadiri oleh:
- Kepala Desa Tanjung Luar
- Ketua BPD dan BKD
- Tokoh masyarakat
- Kanit Intel Polsek Keruak
- Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Tanjung Luar
Dalam mediasi tersebut, kedua pihak yang berselisih, yakni Ahmad Suhaimi dan Sahbudi, sepakat untuk berdamai dan saling memaafkan. Proses penyelesaian berlangsung kondusif dan mendapat dukungan penuh dari tokoh masyarakat setempat.
“Kami bersyukur bahwa permasalahan ini dapat diselesaikan secara damai di tingkat desa. Ini menunjukkan kekuatan musyawarah dan semangat kebersamaan masyarakat Tanjung Luar,” ujar IPDA Muh. Pahrurrozi.
Pesan untuk Masyarakat
Polsek Keruak mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Kejadian ini menjadi pembelajaran penting agar warga lebih bijak dalam menyikapi situasi dan menjaga kondusivitas lingkungan.
(den)












