BeritaDaerahPeristiwa

Rahim yang Membesar, Hati yang Terluka: Nestapa SK di Tanah Sendiri

×

Rahim yang Membesar, Hati yang Terluka: Nestapa SK di Tanah Sendiri

Sebarkan artikel ini

PADANG PARIAMAN-SUMBAR || ONTV.CO.ID – Di balik tenangnya hamparan sawah Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, tersimpan luka yang tak terlihat mata. Seorang perempuan muda berinisial SK (24), penyandang disabilitas mental, terusir dari rumahnya sendiri. Bukan karena kesalahan yang diperbuat, melainkan karena kehamilannya yang kedua tanpa sosok ayah yang bertanggung jawab.

Kandungan SK kini telah berusia tujuh bulan. Tak ada pelindung, tak ada pendamping hukum, hanya bisik-bisik tetangga yang menjelma menjadi vonis. Ia dianggap aib, pembawa sial. Tekanan itu tak hanya datang dari lingkungan luar, tetapi juga dari orang-orang terdekat yang seharusnya menjadi pelindung.

ONTV - Gerbang Informasi Nusantara

Tragisnya, SK adalah korban eksploitasi seksual berulang. Dalam kondisi keterbatasan mental dan tanpa pemahaman utuh terhadap apa yang dialaminya, ia menjadi sasaran mudah kekerasan yang terus terulang. Namun, alih-alih menerima perlindungan, SK justru dikucilkan, seolah-olah ia penyebab dari semua nestapa yang menimpanya.

Warga sekitar menyatakan bahwa SK hidup dalam kondisi yang serba terbatas ekonomi, pendidikan, dan kemampuan intelektual. Namun keterbatasan itu tak menjadi alasan bagi lingkungan untuk merangkulnya. Justru keterbatasan itu mempercepat penghakiman.

“Dia tidak tahu salahnya apa. Tidak paham pun dia bahwa dia sedang hamil. Tapi semua orang malah menyuruhnya pergi,” ujar seorang warga yang prihatin, namun enggan disebutkan namanya.

Kini, SK menjalani hari-hari dalam ketidak pastian. Rumah yang dulu menjadi tempat berpulang, kini menolaknya. Dalam perutnya, tumbuh kehidupan baru. Namun dunia di sekelilingnya tak memberi tempat bagi ibu maupun anak yang akan lahir itu.

Kisah SK bukan sekadar tragedi pribadi. Ia adalah potret buram kegagalan kolektif masyarakat, negara, dan sistem perlindungan sosial dalam menjaga mereka yang paling rentan. Ketika rahimnya membesar, hatinya justru makin terluka. Dan dalam tanah tempat ia lahir dan dibesarkan, ia tak lagi punya tempat berpijak.

(Citra Yofvie Ardina)

ONTV - Gerbang Informasi Nusantara
ONTV - Gerbang Informasi Nusantara
ONTV - Gerbang Informasi Nusantara

Tinggalkan Balasan