KARAWANG || ONTV.CO.ID — Banjir kembali melanda Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Karawang, sejak Senin (7/7/2025). Luapan Sungai Cibeet dan Citarum, ditambah aliran dari kawasan industri KIIC, merendam ratusan rumah dan memaksa warga mengungsi. Ironisnya, wilayah ini telah menjadi langganan banjir selama lebih dari satu dekade, namun solusi permanen tak kunjung terwujud.
Ketinggian Air Capai 2 Meter
Data BPBD Karawang mencatat 198 rumah terdampak, dihuni oleh 226 keluarga atau 775 jiwa. Air merendam hingga 2 meter, melumpuhkan akses jalan dan fasilitas pendidikan seperti SDN Karangligar I dan SMPN Telukjambe Barat I.
Warga Mengungsi, Sekolah Terendam
Warga terpaksa mengungsi ke kantor desa, masjid, dan rumah warga yang lebih tinggi.
“Kalau baru sebatas betis, kami tak akan mengungsi. Tapi sekarang sudah sampai ranjang,” ujar Nuryadi, warga Dusun Pangasinan, dikutip dari Pikiran Rakyat.
Solusi yang Hanya Jadi Wacana
Berbagai program penanganan banjir telah dijanjikan, mulai dari pembangunan bendungan Cibeet dan Cijurey, embung, kolam retensi, hingga rumah panggung setinggi 2,5 meter. Namun, hingga kini hanya 35 unit rumah panggung yang terealisasi dari target seribu. Warga pun mulai kehilangan harapan.
“Sudah bertahun-tahun kami dengar janji soal rumah panggung dan bendungan. Tapi banjir tetap datang, dan kami tetap mengungsi,” keluh Oni, warga setempat, dikutip dari ANTARA News.
Banjir Bisa Datang Tanpa Hujan
Karangligar berada di titik pertemuan Sungai Cibeet dan Citarum. Meski Karawang tidak hujan, limpasan air dari Bogor dan Bandung bisa menyebabkan banjir. Ini menjadikan Karangligar sebagai desa paling rawan banjir di Karawang, dengan frekuensi lebih dari 10 kali banjir per tahun.
Seruan untuk Penanganan Nyata
Menteri Pekerjaan Umum telah menyiapkan rencana normalisasi saluran, pemasangan pompa, dan pembangunan tanggul. Namun, warga menuntut realisasi, bukan sekadar rencana.***












